KRAKSAAN, Radar Bromo - Maling beraksi di lingkungan Pasar Kebonagung, Kecamatan Kraksaan Selasa pagi (19/5). Sasarannya adalah toko milik Titik Triharyanti, 39, warga Kelurahan Sidomukti. Sejumlah barang dagangan dicuri hingga korban mengalami kerugian ditaksir mencapai Rp 5 juta.
Kejadian ini bermula saat Titik Triharyanti mengecek toko miliknya saat subuh. Selesai mengecek dan merasa aman, kemudian ia meninggalkan toko dengan kondisi gerbang sudah digembok. Kemudian berbelanja beberapa kebutuhan barang dagangan ke Pasar Semampir.
Selesai berbelanja kemudian ia kembali ke toko di pasar Pasar Kebonagung. Sesampainya di toko awalnya korban tidak merasa curiga. Namun betapa kagetnya dia saat hendak membuka gembok. Rupanya gembok gerbang toko sudah hilang.
Curiga dengan hal itu, korban langsung mengecek barang dagangan. Saat itu di ketahuilah beberapa barang dagangannya sudah hilang.
“Pulang dari Pasar Semampir gembok sudah hilang. Saya sudah curiga toko dibobol maling,” katanya.
Setelah dicek, rupanya barang yang hilang dicuri maling tersebut diantaranya adalah gula sekitar 50 kilogram, rokok, enam dus mie instan, dua dus pop mie, serta sejumlah barang kebutuhan lainnya. Barang yang hilang tersebut ditaksir mencapai Rp 5 juta.
Titik menuturkan jika kehilangan barang dagangan itu cukup berat. Pasalnya barang tersebut merupakan modal usaha yang setiap hari keuntungannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Saya segera melaporkan kejadian tersebut pada Polsek Kraksaan harapannya kejadian tidak terulang kembali. Dan lingkungan lebih aman,” tuturnya.
Kapolsek Kraksaan Kompol Masykur mengatakan setelah korban melaporkan kejadian kemalingan itu.
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan penyelidikan. Polisi juga berkoordinasi dengan pengelola pasar terkait keamanan di kawasan pertokoan.
Masykur menuturkan saat ini pihak kepolisian menggali informasi dari para pedagang. Serta melakukan pemeriksaan terkait aksi pencurian tersebut apakah juga dialami oleh pedagang lain namun enggan untuk melaporkannya.
“Kami menggali informasi dan pemeriksaan saksi apakah masih ada TKP lain yang terjadi di pasar tersebut. Sebab selama ini memang belum pernah ada laporan resmi terkait pencurian di lokasi tersebut,” tandasnya. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid