KRAKSAAN, Radar Bromo - Program budi daya tematik mulai berjalan di Kabupaten Probolinggo. Sejumlah Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) kini masuk dalam program yang disiapkan sebagai penyangga pasokan bahan baku untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Salah satu yang sudah berjalan yakni KDMP Kebonagung, Kecamatan Kraksaan, yang fokus pada budi daya ikan nila.
Program tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk mendukung kebutuhan pangan bergizi, khususnya protein hewani bagi SPPG di Kabupaten Probolinggo.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap Hari Pur Sulistiono mengatakan, saat ini pemerintah daerah tengah mengusulkan tambahan 10 KDMP lain agar masuk dalam program budi daya tematik tersebut.
“Saat ini masih proses. Kalau tahun kemarin baru satu KDMP, yakni Kebonagung, Kraksaan,” ujarnya.
Menurut Hari Pur, program budi daya tematik menjadi salah satu upaya memperkuat rantai pasok kebutuhan pangan SPPG, terutama untuk memenuhi kebutuhan gizi hewani.
“Program budi daya tematik ini memang menjadi salah satu penyangga suplai kebutuhan SPPG, khususnya di bidang gizi hewani,” tambahnya.
Sementara itu, Penyuluh Perikanan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jayus Sumananda menjelaskan, hasil budi daya ikan nila dari KDMP Kebonagung sejauh ini sudah mulai diserap sejumlah SPPG di Kabupaten Probolinggo.
“Kemarin beberapa SPPG kami undang, dan hasilnya sudah layak konsumsi. Menu nila ini sudah tiga kali masuk,” katanya. Bahkan, dalam distribusi, sekitar 1,5 ton ikan nila telah disuplai ke sejumlah SPPG, di antaranya SPPG Bulu, SPPG Tamansari, dan SPPG Pajarakan.
Saat ini, budi daya nila di KDMP Kebonagung terus dikembangkan. “Senin kemarin kami juga baru melakukan penebaran bibit lagi. Total ada 24 kolam.
Per kolam diisi sekitar 700 bibit dengan hasil panen bisa mencapai 70 sampai 80 kilogram karena cuma tidak menguntungkan, hasil panen belum bisa maksimal,” jelas Jayus.
Ke depan, program budi daya tematik diproyeksikan terus diperluas. Tahun ini, pemerintah menargetkan ada 10 titik baru yang masuk dalam program tersebut untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menopang kebutuhan bahan baku SPPG di Kabupaten Probolinggo. (mu/fun)
Editor : Moch Vikry Romadhoni