Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Mulai Masuk Pancaroba, Damkar di Probolinggo Siaga Kebakaran Lahan

Achmad Arianto • Senin, 18 Mei 2026 | 12:05 WIB
RAWAN: Personel damkar memadamkan lahan yang terbakar. (Foto: dokumen Jawa Pos Radar Bromo)
RAWAN: Personel damkar memadamkan lahan yang terbakar. (Foto: dokumen Jawa Pos Radar Bromo)

 

DRINGU, Radar Bromo - Memasuki pancaroba, pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Probolinggo mewaspadai potensi kebakaran lahan. Tak tanggung-tanggung untuk percepatan penanganan 4 unit pos damkar bersiaga penuh.

Kebakaran lahan berpotensi terjadi sejak peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau (pancaroba).

Pasalnya intensitas hujan mulai berkurang dan lingkungan berangsur-angsur mengalami peningkatan suhu. Kondisi demikian akan terus meningkat sampai musim kemarau.

Suhu udara dan cuaca akan lebih panas. Meningkatnya suhu berdampak pada mengeringnya lingkungan sekitar.

Begitu juga lahan atau tempat terbuka yang didominasi oleh rumput maupun ilalang dapat dengan mudah kering.

“Mulai bulan Mei ini kami sudah mewaspadai potensi kebakaran lahan. Sebab hujan mulai berkurang,” kata Kepala Bidang Pengendalian Bahaya Kebakaran dan Non Kebakaran Satpol PP Kabupaten Probolinggo Andrea Persaulian.

Insiden kebakaran lahan berpotensi terjadi di semua tempat. Hal ini terjadi jika ada sumber api karena sengaja membakar sampah kemudian ditinggal begitu saja tanpa diawasi maupun karena ketidaksengajaan membuang puntung rokok yang kondisinya menyala. Api dapat dengan mudah membesar dan merembet.

Upaya percepatan pemadaman kebakaran harus dilakukan. Ada 4 unit pos Damkar Kabupaten Probolinggo bersiaga untuk memadamkan api. Meliputi unit Kraksaan yang bersiaga untuk penindakan kebakaran wilayah timur.

Lalu unit Condong untuk penanganan kebakaran wilayah selatan. Kemudian unit Dringu yang bersiaga untuk penindakan kebakaran wilayah tengah. Selanjutnya unit Tongas yang bersiaga untuk penindakan kebakaran wilayah barat. Namun demikian jika ada kebakaran menonjol maka pemadaman gabungan dilakukan.

Andrea menambahkan petugas berupaya semaksimal mungkin melakukan pemadaman kebakaran pada lahan yang telah dilaporkan. Dari tindakan yang telah ditangani tahun sebelumnya.

Kebakaran lahan terjadi karena kelalaian warga membakar sampah kemudian ditinggal begitu saja.

“Kebakaran lahan cepat membesar dan meluas juga disebabkan oleh angin kencang kemudian merembet ke wilayah yang kering lainnya. Ini perlu kecepatan dalam penanganan,” pungkasnya. (ar/fun)

Editor : Fandi Armanto
#karhutla #pancaroba #damkar