KREJENGAN, Radar Bromo-Pemerintah Desa Temenggungan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, mendapat kehormatan sebagai titik Peresmian Operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Probolinggo.
Sabtu (16/5), kegiatan ini dipusatkan di Gedung KDKMP Desa Temenggungan.
Peresmian dilakukan secara nasional melalui Zoom Meeting yang terpusat di Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk.
Diikuti serentak oleh 1.061 titik kluster desa di seluruh Indonesia bersama Presiden RI Prabowo Subianto.
Peluncuran KDKMP yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, itu menandai dimulainya operasional koperasi desa modern berbasis digital.
Program ini dirancang untuk memotong rantai distribusi logistik pangan, penyediaan pupuk bersubsidi, hingga kebutuhan pokok masyarakat desa dengan harga lebih terjangkau.
Program nasional ini juga menjadi langkah percepatan penguatan ekonomi desa sekaligus mendukung kedaulatan pangan berbasis digital dari tingkat desa.
Di Kabupaten Probolinggo, kegiatan launching dipusatkan di Desa Temenggungan.
Hadir dalam kegiatan itu, Kepala Desa Temenggungan Mohammad Iqbal Ali Warsa; Kasdim Kodim 0820/Probolinggo Mayor CAJ Aminudin Abadi; Camat Krejengan Andi Wiroso, S.Sos.; jajaran Forkopimcam; Personel Babinsa Koramil 0820/13 Krejengan; serta Asisten Bisnis (Business Assistant) Koperasi Merah Putih yang merupakan tenaga ahli pendamping dari Kementerian Koperasi.
“Kami atas nama Pemerintah Desa Temenggungan, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan menyukseskan pembangunan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Desa Temenggungan. Ini merupakan bagian dari Asta Cita Presiden yang wajib kita dukung bersama,” ujar Kepala Desa Temenggungan, Mohammad Iqbal Ali Warsa.
Iqbal mengatakan, Desa Temenggungan menjadi salah satu desa pertama di Kecamatan Krejengan yang berhasil menyelesaikan pembangunan KDKMP. Selain Desa Temenggungan, desa lain yang juga telah tuntas 100 persen ada Desa Jatiurip dan Desa Patemon.
“Alhamdulillah, Desa Temenggungan menjadi bagian dari launching nasional 1.061 KDKMP di Indonesia. Ini menjadi kebanggaan bagi kami,” katanya.
Sekretaris PKDI DPC Kabupaten Probolinggo, ini berharap keberadaan KDKMP mampu meningkatkan roda perekonomian masyarakat desa.
Menurutnya, berbagai kebutuhan pokok masyarakat nantinya akan terpusat di koperasi tersebut, termasuk pupuk bersubsidi dan elpiji. “Semua jenis bahan kebutuhan pokok akan tersedia di Koperasi Merah Putih,” katanya.
Seluruh aset KDKMP, kata Iqbal, nantinya menjadi aset desa karena pembangunan koperasi bersumber dari Dana Desa.
Seluruh sarana prasarana, gerai, hingga fasilitas penunjang lainnya akan tercatat sebagai milik desa. “Keuntungan dari Koperasi Desa Merah Putih, sekitar 20 persen masuk ke Pendapatan Asli Desa (PADes),” jelasnya.
Kehadiran KDKMP diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat. Terutama terkait sulitnya memperoleh pupuk, elpiji, dan mahalnya harga kebutuhan pokok.
“Mudah-mudahan dengan adanya Koperasi Desa Merah Putih, di setiap desa, kebutuhan masyarakat bisa lebih mudah terpenuhi dan tidak lagi menjadi beban,” harapnya.
Kasdim Kodim 0820/Probolinggo Mayor Aminudin Abadi mengatakan, launching 1.061 KDKMP oleh Presiden RI akan menjadi catatan sejarah sekaligus magnet penggerak perekonomian desa.
“Dengan di-launching-nya 1.061 KDKMP di seluruh Indonesia ini akan menjadi magnet perekonomian desa. Artinya, segala kebutuhan masyarakat nantinya tidak perlu lagi bergantung dari luar daerah karena sudah bisa difasilitasi oleh koperasi di masing-masing desa,” ujarnya.
Keberadaan KDKMP diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Selama ini masyarakat harus pergi jauh untuk mencari kebutuhan pokok. Dengan operasional KDKMP, masyarakat lebih mudah mendapatkan kebutuhan sehari-hari. Harga yang ditawarkan juga relatif terjangkau, seperti harga agen, sehingga tidak memberatkan masyarakat,” katanya.
Diketahui, dari total 330 desa dan kelurahan di Kabupaten Probolinggo, telah terbangun 204 KDKMP. Dari jumlah itu, 57 unit di antaranya telah selesai 100 persen, sedangkan 126 unit lainnya masih proses penyelesaian. (dik/*)
Editor : Muhammad Fahmi