Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tekan Potensi Longsor di Desa Pakel Sukapura dengan Bangun Tembok Penahan Tebing

Achmad Arianto • Rabu, 13 Mei 2026 | 16:36 WIB
DIBANGUN: Pekerja sedang merabat beton jalan Dusun Congklang - Pusung Gede. Pembangunan infrastruktur masih terus dilakukan oleh Pemerintah Desa Pakel. (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)
DIBANGUN: Pekerja sedang merabat beton jalan Dusun Congklang - Pusung Gede. Pembangunan infrastruktur masih terus dilakukan oleh Pemerintah Desa Pakel. (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)

 

RENCANA pembangunan yang tepat sesuai dengan kebutuhan akan memberikan manfaat banyak bagi masyarakat desa. Pemerintah Desa Pakel, Kecamatan Sukapura, masih fokus pada peningkatan kualitas infrastruktur.

Desa Pakel berada di lereng gunung didominasi tebing dan jurang. Tentu kondisi infrastruktur pelengkap lainnya harus lebih diperhatikan.

Ini dilakukan bukan hanya memberikan kenyamanan pada warga desa saat melaksanakan aktivitas. Tetapi juga dapat mencegah terjadinya potensi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Sekretaris Desa Pakel Ririn Endang Wahyuni mengatakan, wilayah administratif desa separonya berbatasan dengan tebing maupun jurang.

Kondisi demikian membuat wilayah desa memiliki potensi bencana tanah longsor. Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah desa. Oleh karena itu desa membangun tembok penahan tanah (TPT) pada wilayah potensi longsor secara berkelanjutan.

“Beberapa titik memang rawan longsor. Kondisi tersebut cukup mengkhawatirkan terlebih lagi saat hujan. Tanah menjadi gembur dan labil,” katanya.

Tahun ini pemerintah desa berencana membangun 2 titik TPT di RT 4/RW 2, Dusun Congklang. Titik pertama memiliki panjang 7 meter, sementara titik kedua memiliki panjang 12 meter. Dua titik tersebut memiliki tinggi yang sama 2,5 meter. Bangunan ini memiliki fungsi sebagai penguat bahu jalan.

TPT ini perlu dibangun setelah pemerintah desa melakukan pemetaan dan pengecekan kondisi. Hasilnya titik pemasangan tersebut memang memiliki kerawanan longsor yang cukup tinggi.

Percepatan pembangunan tersebut didukung oleh usulan warga yang juga menginginkan ruas jalan yang aman dan nyaman.

“TPT merupakan program pembangunan berkelanjutan. Harapannya semua ruas jalan yang rawan longsor lebih kokoh,” ucapnya.

Pembangunan infrastruktur lain yang akan dilakukan oleh pemerintah desa adalah merabat beton jalan sepanjang 200 meter di RT 5/RW 2, Dusun Janti.

Ruas jalan ini memiliki banyak fungsi. Mulai dari akses menuju pemukiman warga sekaligus akses menuju kebun. Tak heran jika setiap harinya ruas jalan tersebut ramai dilintasi warga.

Sementara pada tahun 2025 lalu, Pemerintah Desa Pakel telah merealisasikan pembangunan jalan rabat beton di RT 4/RW 2, Dusun Congklang dan di RT 6/RW 2, Dusun Pusung Gede. Saat ini kondisinya sudah nyaman untuk dilintasi warga.

“Jalan merupakan kebutuhan utama di wilayah pegunungan. Infrastruktur ini kami upayakan setiap tahunnya terus dibangun,” terangnya.

MENGABDI: Kepala Desa Pakel Basudin Prabowo berfoto bersama istri. (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)
MENGABDI: Kepala Desa Pakel Basudin Prabowo berfoto bersama istri. (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)

 Tetap Anggarkan Pemberian Makanan Tambahan

KESEHATAN masyarakat turut menjadi perhatian serius Pemerintah Desa Pakel. Kegiatan posyandu yang menyasar pada balita, ibu hamil, dan lansia dilakukan secara rutin. Upaya ini dilakukan semata-mata untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Sekretaris Desa Pakel Ririn Endang Wahyuni mengatakan jika kegiatan posyandu dilaksanakan secara rutin di 3 posyandu. Meliputi posyandu Dusun Pakel, Patrang dan Congklang.

Pemberian layanan kesehatan dan sosialisasi dilaksanakan secara terjadwal menyesuaikan sasaran kegiatan ketika posyandu dilaksakan.

KOMPAK: Kader posyandu Desa Pakel berfoto bersama. Kesehatan masyarakat masih menjadi perhatian serius pemerintah desa. (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)
KOMPAK: Kader posyandu Desa Pakel berfoto bersama. Kesehatan masyarakat masih menjadi perhatian serius pemerintah desa. (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)

 

“MBG belum sampai ke desa. Jadi kami masih menganggarkan PMT. Balita sebanyak 100 anak, lansia 100 orang, dan ibu hamil 20 orang kami berikan layanan kesehatan,” ucapnya.

Namun demikian tumbuh kembang balita desa menjadi perhatian serius Pemerintah Desa Pakel. Pasalnya kondisi balita lebih rentan. Sehingga memerlukan adanya peran serta dari pemerintah desa.

Pemenuhan kebutuhan gizi harian balita haruslah terjamin. Asupan gizi yang cukup sangat mempengaruhi tumbuh kembang balita.

Setiap pelaksanaannya Bidan dan Kader Posyandu menyiapkan PMT dengan menu yang cukup bervariasi. Mulai dari lauk dan makanan, cemilan, hingga buah-buahan. Menu yang telah disajikan telah dihitung kandungan gizinya. Sehingga dinilai telah memenuhi kebutuhan gizi harian balita.

Gizi yang tidak terpenuhi dengan baik akan menyebabkan stunting pada anak. Dalam jangka panjang, dampak stunting akan menyebabkan anak kesulitan belajar, penyakit jantung dan pembuluh darah. Karena itulah pemenuhan gizi sangat diperlukan.

Di sisi lain, pemenuhan gizi sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi masyarakat. Dampaknya akan menyebabkan stunting yang merupakan gagal tumbuh akibat kurangnya asupan gizi.

Yang mana dalam jangka pendek dapat menyebabkan terganggunya perkembangan otak, metabolisme, dan pertumbuhan fisik pada anak.

Sementara itu dalam kegiatan posyandu lansia dan ibu hamil juga dilakukan pengecekan kesehatan. Pengecekan ini dilakukan untuk mendeteksi dan mencegah adanya penyakit berbahaya dalam tubuh. Deteksi dini perlu dilakukan agar gejala penyakit dapat segera diobati.

“Kegiatan posyandu kami maksimalkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat rentan,” bebernya. (ar/fun/*)

Editor : Fandi Armanto
#Desa Pakel Kecamatan Sukapura #transparansi desa