PEMBANGUNAN berbasis kebutuhan dilakukan oleh Pemerintah Desa Kedasih, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Peningkatan kualitas infrastruktur dan ketahanan pangan menjadi program berkelanjutan yang direalisasikan secara bertahap.
Program ketahanan pangan penggemukan sapi masih menjadi salah satu sasaran pembangunan Desa Kedasih.
Program ini dilanjutkan setelah melakukan dua pertimbangan. Yakni, stok pakan masih melimpah dan sumber daya manusia (SDM) pengelolanya mumpuni.
Sayang, tahun ini anggaran pemerintah desa terbatas, sehingga tidak dapat menambah populasi sapi. Hanya mampu menganggarkan kebutuhan yang bersifat operasional.
“Program ini perlu dilanjutkan, sebab sapi yang ada saat ini masih proses penggemukan. Belum siap jual,” ujar Bendahara Desa Kedasih Agus Santosa.
Tahun ini, pemerintah desa hanya mampu menyisihkan Rp 10 juta. Anggaran ini akan digunakan untuk memenuhi asupan pakan, nutrisi, dan vitamin sapi. “Anggaran yang tersedia kami maksimalkan. Sapi yang ada saat ini masih memerlukan asupan nutrisi yang cukup,” katanya.
BUMDes menjalankan, program ketahanan pangan penggemukan sapi dengan sistem bagi hasil. Sejumlah sapi dipelihara di kandang-kandang milik warga di Dusun Bobor, Dusun Gadungan, dan Dusun Kedasih. Targetnya dalam waktu 6 bulan sapi sudah bisa dijual. Dengan harapan perputaran modal bisa lebih cepat.
“Ada 8 ekor sapi yang saat ini masih dalam proses penggemukan. Ditempatkan di kandang terpisah. Jika bobot telah memenuhi syarat, akan dijual,” katanya.
Bangun TPT dan Gedung Pertemuan
MEMILIKI wilayah berupa perbukitan, membuat Desa Kedasih berpotensi terjadi tanah longsor. Bahkan, sejumlah ruas jalan desa berbatasan langsung dengan tebing. Membuat warga setempat khawatir.
Bahu jalan yang berbatasan dengan tebing mudah tergerus air dan longsor. Bencana ini tak hanya membahayakan warga yang melintas, tetapi juga akan mempersempit ruas jalan desa. Salah satunya jalan di RT 5/RW 3, Dusun Kedasih.
Karena itu, tahun ini pemerintah desa berencana melengkapi jalan ini dengan tembok penahan tanah (TPT). Panjangnya 24 meter dengan ketinggian 4 meter.
“Pembangunan TPT ini merupakan program rutin setiap tahun. Wilayah desa rawan longsor sehingga jalan harus diperkuat dengan TPT,” ujar Bendahara Desa Kedasih Agus Santosa.
Ada juga rencana pembangunan pendapa kantor desa di RT 7/RW 4, Dusun Bobor. Sebab, gedung pertemuan yang ada saat ini sudah tidak layak. Rapuh dan retak. Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pemerintah desa berencana membangun ulang.
Pembangunan pendapa dirancang menjadi pusat kegiatan, baik pemerintah desa maupun masyarakat.
Mulai dari musyawarah desa, posyandu, penyaluran bantuan sosial, dan pertemuan lain yang mengundang banyak orang. Karena itu, bangunannya harus kuat dan kokoh.
“Pendapa rencananya akan dibangun dengan ukuran panjang 8,5 meter dan lebar 6 meter. Menyesuaikan luas lahan kantor desa,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah desa juga berencana membangun satu unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Dusun Kledung. Pembangunan menyasar rumah yang selama ini tidak layak.
RENCANA PEMBANGUNAN 2026
· Membangun TPT di RT 5/RW 3, Dusun Kedasih
· Membangun pendopo di RT 7/RW 4, Dusun Bobor
· Membangun 1 unit RTLH
· Ketahanan pangan penggemukan sapi
(ar/rud)
Editor : Fandi Armanto