KRAKSAAN, Radar Bromo- Tim gabungan kembali “mengobok-obok” kamar hunian warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Kraksaan. Kali ini sasarannya blok wanita. Sabtu (9/5), tim melakukan razia dan ternyata tak menemukan barang terlarang.
Razia dilakukan bersama TNI dan Polri. Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah deteksi dini sekaligus penguatan sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di rutan. Razia dilaksanakan secara humanis dan menyeluruh dengan menyasar barang-barang terlarang yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan.
Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan Galih Setiyo Nugroho mengatakan, razia gabungan ini merupakan bentuk komitmen serius dalam menciptakan rutan yang bersih dan aman. Tidak memberikan potensi beredar atau tersimpannya barang terlarang yang dapat mengganggu keamanan maupun proses pembinaan.
“Razia gabungan merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan lingkungan rutan tetap aman dan kondusif,” katanya.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas IIB Kraksaan Azis Yulianto mengatakan, razia dilakukan pada blok wanita secara menyeluruh. Razia ini merupakan bagian dari strategi pencegahan atas potensi yang tidak diinginkan terjadi dalam rutan.
“Dalam razia gabungan ini tidak ditemukannya barang terlarang. Kegiatan penggeledahan juga menjadi komitmen untuk meminimalisir potensi gangguan keamanan. Sinergi dengan aparat TNI dan Polri menjadi penguat dalam menjaga ketertiban di dalam rutan,” katanya.
Sebelumnya, Jumat (8/5), petugas juga melaksanakan razia di blok warga binaan pria. Semua penjuru blok hunian warga binaan tak luput dari penggeledahan. Hasilnya juga tidak ditemukan barang yang dilarang.
Petugas juga melakukan tes urine warga binaan secara acak. Hal ini untuk mengetahui potensi warga binaan mengkonsumsi narkoba dalam rutan. Hasil pengecekan warga binaan tersebut dinyatakan negatif.
“Kami akan melakukan penggeledahan dan cek urine secara berkala. Memastikan kondisi lingkungan serta warga binaan aman dan kondusif,” janjinya. (ar/rud)
Editor : Fahreza Nuraga