KRAKSAAN, Radar Bromo – Pemkab Probolinggo memastikan penataan kawasan Kota Kraksaan akan terus dilakukan secara bertahap.
Salah satu fokus utamanya ialah penertiban lapak pedagang kaki lima (PKL) yang dinilai mengganggu kebersihan lingkungan hingga memicu persoalan drainase.
Kasatpol PP Kabupaten Probolinggo, Taufiq Alami mengatakan, penertiban ini sudah pernah dilakukan di jalur utama Desa Bulu hingga kawasan Jalan Gus Dur, Sidomukti, dengan panjang sekitar tiga kilometer.
Bukan hanya penertiban PKL. Dinas Lingkungan Hidup juga menerjunkan dua armada truk sampah untuk mengangkut limbah dan material yang menumpuk di sepanjang jalur tersebut menuju tempat pembuangan akhir (TPA).
Tak berhenti sampai di situ, Pemkab Probolinggo berencana menjadikan kegiatan kurve dan penataan kawasan sebagai agenda rutin. Kegiatan bersih-bersih akan dilakukan setiap pekan di sejumlah titik strategis Kota Kraksaan.
“Insyaallah agenda selanjutnya dilakukan setiap hari Jumat dan Selasa di semua titik jalur utama Kota Kraksaan, termasuk Pantura dan jalan desa,” imbuhnya.
Taufiq menegaskan, penertiban yang dilakukan bukan menyasar seluruh PKL. Namun lebih difokuskan pada lapak-lapak yang rusak, terbengkalai, serta dianggap menjadi penyebab tersumbatnya saluran irigasi.
“Lokasi tersebut sering terjadi banjir genangan karena bedak-bedak PKL dipasang sembarangan dan tidak digunakan. Jadi yang ditertibkan adalah yang menyumbat irigasi penyebab banjir serta bedak yang rusak dan kumuh,” katanya. (mu/fun)
Editor : Abdul Wahid