DRINGU, Radar Bromo - Pemadam Kebakaran DI Kabupaten Probolinggo hingga kini masih mewaspadai potensi kebakaran. Sejak Januari sampai akhir April, insiden kebakaran cukup tinggi tercatat telah terjadi 17 kejadian kebakaran. Mayoritas disebabkan oleh korsleting listrik.
Insiden kebakaran bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Karenanya perlu siaga dan waspada.
Kebakaran dapat terjadi di semua tempat. Kondisi demikian dapat terjadi jika ada sumber api karena sengaja membakar sampah kemudian ditinggal begitu saja tanpa diawasi.
Selain itu karena ketidaksengajaan membuang puntung rokok yang kondisinya menyala. Api dapat dengan mudah membesar dan merembet pada lahan kering. Begitu juga korsleting listrik jika tidak diketahui atau ditangani maka kebakaran akan terjadi.
“Kebakaran tidak bisa ditebak, oleh karena itu perlu siaga dan waspada terhadap segala kemungkinan terjadinya kebakaran,” kata Kepala Bidang Pengendalian Bahaya Kebakaran dan Non-Kebakaran Satpol PP Kabupaten Probolinggo Andrea Persaulian.
Pemadaman kebakaran mencatat, sampai dengan akhir april terdapat 17 insiden kebakaran. Mayoritas adalah kebakaran bangunan dan barang-barang lainnya. Kebakaran ini mayoritas disebabkan oleh korsleting listrik. Jumlah tersebut diprediksi akan terus naik seiring dengan pancaroba.
Potensi kebakaran cukup tinggi terjadi saat musim kemarau. Pasalnya suhu udara dan cuaca lebih panas menyebabkan meningkatnya suhu.
Lalu berdampak pada mengeringnya lingkungan sekitar membuat wilayah seperti lahan atau tempat terbuka yang didominasi oleh rumput maupun ilalang dapat dengan mudah terbakar.
Andrea menambahkan, kebakaran bisa terjadi kapan saja dan di mana saja sehingga harus selalu siap dan waspada.
Hal itu dapat dilakukan dengan beberapa cara mulai dari matikan listrik dan gas ketika tidak digunakan.
Tidak meninggalkan lilin atau puntung rokok. Menyimpan bahan-bahan yang mudah terbakar jauh dari sumber api. Serta memiliki alat pemadam kebakaran di rumah.
“Saat ini mayoritas penyebab kebakaran adalah korsleting listrik, bakar sampah dan lilin,” tandasnya. (ar/fun)
Editor : Moch Vikry Romadhoni