KRAKSAAN, Radar Bromo – Jagat media sosial dihebohkan oleh beredarnya video berisi sejumlah siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) mencuci ompreng makan program MBG di Kabupaten Probolinggo.
Video tersebut memicu sorotan publik hingga mempertanyakan standar operasional prosedur (SOP) pelaksanaan program di sekolah.
Dari penelusuran Jawa Pos Radar Bromo, video tersebut direkam di MI Ainur Rohmah, Desa Tambakukir, Kecamatan Kotaanyar, beberapa waktu lalu.
Dalam video berdurasi singkat itu, tampak beberapa siswa berseragam sekolah berdiri di area cucian dan membersihkan tumpukan ompreng makan.
Rekaman itu kemudian viral setelah diunggah ke media sosial. Suara perekam di video mempertanyakan petugas yang seharusnya bertanggung jawab atas kebersihan wadah makan tersebut.
“Dek mah petugasah MBG riyah mak siswa e soro nyuci ompreng (Ke mana petugas MBG ini. Kok siswa yang disuruh mencuci ompreng?),” ujar seorang perempuan dalam video itu dengan nada protes.
Menanggapi viralnya video tersebut, Korwil MBG Kabupaten Probolinggo Pujo Wisnu Mahandoko menyebut, kejadian itu murni kesalahpahaman informasi.
Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan penelusuran dan mengklarifikasi SPPG serta yayasan sekolah.
“Kami sudah memonitor. Kejadian itu bukan siswa diminta untuk cuci ompreng. Melainkan, para siswa dan guru yang berinisiatif mencuci ompreng tersebut. Malah SPPG-nya sudah menolak, namun siswa dan pihak sekolah memaksa,” ujarnya, Senin (4/5).
Pujo menegaskan bahwa secara aturan, siswa tidak boleh mencuci ompreng dalam program MBG.
Namun dalam kasus ini, ia menyebut terjadi kesalahpahaman di lapangan.
“Kalau siswa mencuci ompreng sendiri itu tidak boleh dalam aturan. Namun yang ini terjadi kesalahpahaman. Entah mengapa kemudian ada narasi begitu di dalam video maupun pemberitaan yang tersebar,” katanya.
Kepala Desa Tambakukir Mohammad Tarsan menyatakan, pihak desa juga telah mengklarifikasi atau tabayyun terkait video yang viral tersebut bersama pihak kecamatan.
Mereka mengklarifikasi pada yayasan setempat dan SPPG terkait yang memiliki ompreng.
“Jadi kami sudah klarifikasi bersama pihak kecamatan. Ternyata para siswa itu berinisiatif sendiri untuk mencuci ompreng makanan tersebut. Tidak ada yang menyuruh,” ujarnya.
Hingga kini, pihak terkait menegaskan bahwa peristiwa tersebut sudah dikomunikasikan dan dianggap sebagai kesalahpahaman.
Meski video yang terlanjur beredar telah memicu beragam respons dari masyarakat di media sosial. (mu/hn)
Editor : Muhammad Fahmi