KRAKSAAN, Radar Bromo - Kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Pasar Banyuanyar akhirnya mendapat jalan keluar.
DPRD Kabupaten Probolinggo melalui Komisi II bersama perangkat daerah dan unsur Muspika sepakat merelokasi aktivitas pasar kambing ke lokasi baru.
Ketua Komisi II DPRD Reno Handoyo, menegaskan bahwa keputusan itu diambil dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Rabu (29/4) lalu.
Langkah ini bukan sekadar wacana. Melainkan solusi konkret atas keluhan masyarakat yang selama ini terdampak.
“Tidak ada penolakan dalam pembahasan. Yang ada adalah penyesuaian, terutama terkait regulasi. Karena ketika pengelolaan dialihkan ke BUMDes, tentu ada konsekuensi terhadap skema pendapatan daerah,” ujarnya, kamis (30/4).
Relokasi tersebut akan memindahkan aktivitas jual beli kambing ke lahan milik Perhutani yang berada di sisi timur pasar.
Lokasi ini dinilai lebih memadai dan tidak akan mengganggu akses publik seperti yang terjadi selama ini.
“Kesepakatannya jelas, khusus pasar kambing akan dipindah ke lokasi baru di lahan Perhutani dan dikelola oleh BUMDes. Ini solusi konkret agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat,” tegas politisi Gerindra itu.
Selama ini, persoalan utama bukan pada keberadaan pasar, melainkan aktivitas transaksi yang meluber hingga ke badan jalan. Kondisi tersebut memicu kemacetan parah, bahkan menghambat kendaraan darurat.
“Banyak transaksi terjadi di luar area pasar. Akibatnya jalan menjadi sempit dan macet. Bahkan ambulans menuju puskesmas sering kesulitan karena akses tertutup aktivitas jual beli,” ungkap Reno.
Tak hanya itu, dampak lingkungan juga menjadi sorotan. Bau menyengat serta kotoran hewan yang tercecer di jalan dinilai mengganggu kenyamanan warga.
Reno menyebut, sebenarnya upaya relokasi sudah lama disiapkan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Namun, melalui RDP ini, langkah tersebut diperkuat dengan kesepakatan lintas pihak agar pelaksanaannya lebih efektif.
“Lokasi sudah disiapkan oleh BUMDes. Sekarang kita perkuat melalui kesepakatan bersama agar implementasinya lebih terarah dan efektif,” jelasnya.
Sementara itu, aktivitas pasar hewan jenis sapi dipastikan tetap bertahan di lokasi lama. DPRD menilai, transaksi sapi masih berjalan tertib dan tidak menimbulkan persoalan berarti.
“Untuk sapi tetap di lokasi lama karena tidak menimbulkan persoalan signifikan. Yang menjadi fokus penanganan saat ini adalah pasar kambing,” imbuhnya.
Terkait waktu pelaksanaan, pemerintah desa setempat memastikan relokasi bisa segera direalisasikan dalam waktu dekat.
“Kepala desa menyampaikan komitmen, insyaAllah dalam dua minggu ke depan sudah bisa direalisasikan. Harapannya, ini bisa segera mengurangi kemacetan yang terjadi setiap hari pasaran,” kata Reno.
Ia menegaskan, keputusan ini merupakan hasil kesepakatan bersama seluruh pihak yang terlibat, mulai dari DPRD, perangkat daerah, hingga unsur Muspika.
“Semua pihak hadir dan pada prinsipnya sepakat. Fokus kita satu, menyelesaikan persoalan kemacetan, gangguan lingkungan, dan memastikan layanan publik seperti puskesmas tetap berjalan optimal,” bebernya.
Relokasi ini diharapkan menjadi awal penataan ulang pasar hewan di Banyuanyar, sehingga aktivitas ekonomi tetap hidup tanpa mengorbankan ketertiban dan kenyamanan ruang publik. (mu/fun)
Editor : Abdul Wahid