KRAKSAAN, Radar Bromo-Jumlah close circuit television (CCTV) di wilayah Kabupaten Probolinggo dipastikan tak bertambah. Namun belum tersedianya anggaran, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo belum bisa menambah jumlah CCTV.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishub Kabupaten Probolinggo Windardi mengatakan, CCTV sejatinya memiliki banyak manfaat.
Mulai dari alat pemantau kondisi lalu lintas dan volume kendaraan melintas yang bermanfaat saat melakukan rekayasa lalu lintas. CCTV juga memiliki manfaat untuk menangkap setiap potensi insiden kecelakaan lalu lintas dan kejahatan jalanan yang saat ini masih saja perlu diwaspadai.
“Keberadaan CCTV memang dibutuhkan. Terlebih lagi di persimpangan jalan, titik ramai dan tinggi volume kendaraan. Bahkan di titik rawan kejahatan,” katanya.
Windardi menuturkan tahun ini Dishub tidak merencanakan penambahan CCTV. Pasalnya anggaran yang tersedia cukup terbatas. Disisi lain masih ada program strategis lainnya yang harus direalisasikan.
Saat ini Dishub telah memasang CCTV setidaknya di 11 titik strategis. Diantaranya 4 titik di Kecamatan Kraksaan meliputi ruas jalan Stadion Gelora Merdeka, ruas jalan Kampung Melayu, ruas jalan sisi selatan Alun-alun Kraksaan, dan ruas jalan Semampir.
Sementara 3 titik pemasangan CCTV lainnya berada di ruas jalan Kecamatan Pajarakan, ruas jalan exit tol Probolinggo Timur-Leces dan exit tol Probolinggo Barat-Muneng.
Selanjutnya 4 titik di Jalan Simpang Sutoyo, Kraksaan; depan kantor DPRD Kabupaten Probolinggo, simpang tiga sinto Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, dan simpang tiga pasar Dringu.
“Untuk sementara saat ini masih pemeliharaan saja. Namun tidak menutup kemungkinan ada penambahan jika memang sangat dibutuhkan. Kondisi CCTV yang ada saat ini masih berfungsi dengan baik,” terangnya. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid