Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Satgas Pantau Distribusi Elpiji di Semua Kecamatan di Kabupaten Probolinggo

Agus Faiz Musleh • Senin, 27 April 2026 | 09:15 WIB
DEMI DAPUR: Masyarakat antre pembelian gas elpiji di Kecamatan Kotaanyar beberapa waktu lalu. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)
DEMI DAPUR: Masyarakat antre pembelian gas elpiji di Kecamatan Kotaanyar beberapa waktu lalu. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)

KRAKSAAN, Radar Bromo - Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) melakukan pemantauan kondisi distribusi elpiji 3 kilogram di sejumlah wilayah Kabupaten Probolinggo yang sebelumnya telah diintervensi pemerintah.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyaluran gas bersubsidi kembali normal dan tepat sasaran di tengah kebutuhan masyarakat yang tinggi.

Pemantauan tersebut merupakan tindak lanjut dari langkah cepat Pemkab Probolinggo dalam menyikapi keluhan warga terkait kelangkaan elpiji 3 Kg.

Sebelumnya, pemerintah daerah bahkan telah membentuk satuan tugas (satgas) khusus penanganan LPG di 24 kecamatan.

Kepala DKUPP  Sugeng Wiyanto mengatakan, pembentukan elpiji mendadak (sidak) dan pemantauan langsung di berbagai wilayah.

“Hasil evaluasi dari bupati meminta agar satgas kecil gas elpiji 3 kilogram ini melakukan penanganan secara cepat di 24 kecamatan. Karena hasil evaluasi menunjukkan di setiap wilayah memiliki permasalahan yang berbeda-beda terkait gas elpiji 3 kilogram ini. Sehingga treatment atau penanganan yang diberikan juga berbeda-beda,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pasca intervensi yang dilakukan, pihaknya kini terus memantau perkembangan distribusi di lapangan.

Hal ini untuk memastikan bahwa langkah yang diambil benar-benar efektif dalam mengatasi kelangkaan. “Sejauh ini masih terus kita evaluasi prosenya,” tegasnya.

Dalam skema distribusi tersebut, masyarakat dapat membeli elpiji 3 kg langsung di kantor kecamatan dengan harga sesuai harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp 18 ribu per tabung.

Kebijakan ini diharapkan mampu memangkas rantai distribusi sekaligus mencegah lonjakan harga di tingkat pengecer.

“Masyarakat bisa langsung datang ke kecamatan untuk melakukan pembelian gas elpiji sesuai harga eceran tertinggi, yakni Rp 18 ribu,” jelasnya.

Untuk tahap awal, pemerintah menyiapkan rata-rata 300 tabung LPG 3 kg per hari di masing-masing kecamatan.

Program distribusi langsung ini mulai dijalankan sejak Rabu (22/4) dan akan terus dipantau efektivitasnya. “Rata-rata kuota atau stok yang disiapkan di setiap kecamatan sebanyak 300 tabung per hari. Ini mulai berjalan sejak Rabu kemarin,” katanya.

Melalui pemantauan intensif ini, Pemkab Probolinggo berharap kondisi distribusi elpiji 3 Kg segera stabil dan tidak lagi memicu kepanikan masyarakat.

“Harapannya agar kebutuhan masyarakat terhadap gas elpiji bisa segera terpenuhi dan situasi kembali kondusif,” imbuhny. (mu/fun)

Editor : Abdul Wahid
#lpg 3 kg #lpg