DRINGU, Radar Bromo - Wilayah Kabupaten Probolinggo masih berpotensi terjadi bencana. Sehingga kewaspadaan terhadap bencana masih perlu dilakukan.
Sejauh ini terdapat dua zona waspada bencana atau zona kuning yang rutin dipantau oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Sampai saat ini, BPBD masih memetakan potensi bencana dilakukan secara berkala dan rutin. Ini untuk meminimalisir dampak bencana yang dapat ditimbulkan.
Zonasi tersebut dilakukan berdasarkan jumlah insiden bencana yang pernah terjadi. Zona tersebut nantinya akan ditindaklanjuti dengan mitigasi risiko bencana.
“Setiap akhir bulan pemetaan dilakukan untuk mengetahui wilayah mana saja yang patut diwaspadai,” kata Kepala Pelaksana BPBD Oemar Sjarief.
Sampai dengan awal April terdapat 2 wilayah yang masuk zona kuning atau kawasan hati-hati bencana. Sebab telah terjadi 4 sampai 6 kali insiden bencana.
Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Tegalsiwalan dan Dringu yang pernah mengalami 5 insiden bencana.
Sejauh ini bencana alam yang melanda adalah bencana hidrometeorologi. Kondisi lingkungan patut dipantau terlebih lagi saat hujan deras dengan durasi yang lama.
Jumlah zona kuning tersebut berkurang dibandingkan dengan bulan Maret yang tercatat 6 wilayah zona kuning.
Pasalnya Kecamatan Pajarakan, Lumbang, Tiris, Gending dan Kotaanyar yang sebelumnya ada di zona kuning kini naik menjadi zona merah seiring dengan bertambahnya insiden bencana.
Sejauh ini potensi bencana hidrometeorologi masih perlu diwaspadai. Bencana tersebut bisa terjadi namun menyesuaikan dengan letak dan kondisi geografis.
Seperti di dataran tinggi patut diwaspadai tanah longsor dan dataran rendah waspada potensi banjir.
Sementara untuk bencana hidrometeorologi seperti cuaca ekstrem dan pohon tumbang berpotensi terjadi di dataran tinggi maupun rendah.
“Insiden bencana masih bisa bertambah. Sebab anomali cuaca masih berpotensi terjadi,” ujarnya. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid