BESUK, Radar Bromo– Tumpukan rongsokan milik Babun, 50, hangus jadi arang dalam kebakaran hebat di Dusun Bedian, Desa Alaskandang, Besuk, Kabupaten Probolinggo. Akibatnya, pengepul rongsokan itu mengalami kerugian sekitar Rp 700 juta.
Insiden itu terjadi Sabtu (18/4) dini hari. Diduga, kebakaran disebabkan oleh pembakaran sampah di sekitar lokasi yang ditinggal.
Hingga kemudian, api merembet ke tumpukan rongsokan yang mudah terbakar.
Kebakaran itu sendiri tidak diduga sebelumnya. Sekitar pukul 12 malam, Babun masih beraktivitas di tempatnya menumpuk rongsokan.
Yaitu, sebuah bangunan terbuka tanpa dinding. Hanya tiang dan atap ditutup genteng.
Saat itu, dia menyiapkan kiriman rongsokan ke Surabaya. Setelah selesai, dia masuk ke rumah dan istirahat. Jaraknya sekitar 20 meter dari lokasi pengepulan.
Sekitar pukul 01.30, korban terbangun karena udara yang terasa panas disertai suara gemeretak. Dia pun keluar rumah untuk mengecek. Saat itulah, dia mendapati kobaran api membakar tumpukan rongsokan miliknya. Panik, ia segera meminta bantuan warga.
“Sebelum kebakaran terjadi, pemilik mengaku tidak melihat ada sumber api. Karena merasa aman kemudian dia masuk rumah untuk beristirahat,” terang Kades Alaskandang, Mohammad Muhibur Ridho.
Warga yang mendengar teriakan korban langsung berdatangan. Mereka pun berupaya memadamkan api secara manual. Namun, api cepat membesar, karena material yang terbakar didominasi plastik dan kardus.
“Pemadaman api secara manual yang dilakukan warga tidak berhasil. Api cukup besar dan cepat membakar rosokan dan bangunan semi permanen. Karena itu, kami menghubungi Damkar,” terangnya.
Damkar Kabupaten Probolinggo tiba tak lama kemudian dengan dua unit kendaraan. Masing-masing truk berkapasitas 3.500 liter dan truk suplai 4.000 liter.
“Dari laporan awal objek yang terbakar adalah tempat rongsokan. Kami sudah berpikir bahwa api lebih mudah membesar dan merembet. Jadi untuk percepatan pemadaman dua kendaraan langsung meluncur ke lokasi,” terang Kepala Bidang Pengendalian Bahaya Kebakaran dan Non Kebakaran Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Andrea Persaulian.
Petugas damkar bersama warga memfokuskan penyemprotan pada titik api. Sekaligus memutus rambatan dengan memindahkan benda mudah terbakar.
Setelah 1,5 jam penyiraman, api berhasil dipadamkan dan dilanjutkan proses pendinginan untuk mencegah bara tersisa.
Dari informasi awal yang dihimpun menurutnya, sumber api berasal dari sampah yang dibakar di dekat rongsokan.
Bakaran sampah itu ditinggal, lalu apinya merembet ke rongsokan. Namun, belum diketahui siapa yang membakar sampah tersebut.
“Tidak ada korban dalam insiden ini. Tetapi pemilik mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp 700 juta,” jelasnya. (ar/hn)
Editor : Muhammad Fahmi