Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Usai Tebing Sungai Kertosono Ambrol, Normalisasi Dialihkan ke Hulu

Agus Faiz Musleh • Sabtu, 18 April 2026 | 07:15 WIB
AMBROL: Tebing Sungai Kertosono di area pesantren SAQA Kraksaan yang ambrol, Kamis (16/4) lalu. (Foto: Agus faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)
AMBROL: Tebing Sungai Kertosono di area pesantren SAQA Kraksaan yang ambrol, Kamis (16/4) lalu. (Foto: Agus faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)

KRAKSAAN, Radar Bromo - Pasca ambrolnya tebing Sungai Kertosono di area Pesantren Syekh Abdul Qadir Al-Jailani (SAQA), Kraksaan, pada Kamis (16/4) lalu, kegiatan normalisasi sungai dipastikan tetap berjalan.

Hanya saja  pelaksanaannya akan diarahkan ke bagian hulu agar tidak mengganggu proses penanganan darurat tebing yang longsor.

Kasi Pemeliharaan dan Rehabilitasi UPT PSDA Welang Pekalen, Windari Wahyu Ningsih, mengatakan, penanganan sementara pada tebing sungai yang ambrol akan dilakukan dengan pemasangan bronjong. Sementara itu, normalisasi sungai tetap dilakukan menggunakan alat berat berupa ekskavator amfibi.

“Penanganan dilakukan dengan bronjong. Bersamaan dengan normalisasi menggunakan ekskavator amfibi. Jadi kami nanti akan meminta kepada Bidang PU Provinsi agar bisa dilakukan di hulu, ke selatan, agar tidak mempengaruhi proses penanganan,” ujarnya.

Menurut Windari, proses normalisasi sendiri direncanakan di lokasi dengan panjang pengerjaan sekitar 300 meter.

Langkah pengalihan ke hulu dinilai penting agar aktivitas alat berat tidak berdampak pada proses penguatan tebing yang sedang dilakukan.

“Tentu jika alat berat ini nanti beraktivitas dekat dengan penanganan tebing yang menggunakan bronjong, maka akan mempengaruhi penanganan,” tambahnya.

Dengan langkah tersebut, diharapkan penanganan tebing ambrol dapat berjalan maksimal, sementara upaya normalisasi sungai tetap terlaksana guna mengantisipasi risiko banjir maupun kerusakan lanjutan di kawasan Sungai Kertosono.

Sebelumnya diberitakan, puluhan kamar mandi ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Syekh Abdul Qodir Al Jaelani (SAQO), Rangkang, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Menyusul tebing Sungai Kertosono yang longsor, Kamis (16/4) pukul 07.30.

Bangunan sepanjang sekitar 35 meter itu roboh hingga materialnya jatuh ke aliran Sungai Kertosono. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. (mu/fun)

Editor : Abdul Wahid
#syech abdul qodir Al jaelani #sungai kertosono