Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tebing Sungai Kertosono di Area Ponpes SAQO Kraksaan Longsor, UPT PSDA Welang Pekalen Siapkan Bronjong

Agus Faiz Musleh • Kamis, 16 April 2026 | 21:39 WIB
Kondisi sejumlah kamar mandi Ponpes Syech Abdul Qodir Al Jaelani yang ambrol lantaran tebing sungai Kertosono ambrol. (Agus Faiz Musleh/ Radar Bromo)
Kondisi sejumlah kamar mandi Ponpes Syech Abdul Qodir Al Jaelani yang ambrol lantaran tebing sungai Kertosono ambrol. (Agus Faiz Musleh/ Radar Bromo)

 

KRAKSAANRadar Bromo-UPT Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Welang Pekalen bergerak cepat menangani ambrolnya tebing Sungai Kertosono di area Pondok Pesantren (Ponpes) Syekh Abdul Qodir Al Jaelani (SAQO), Rangkang, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

Penanganan darurat disiapkan untuk mencegah longsor susulan.

Kasi Pemeliharaan dan Rehabilitasi UPT PSDA Welang Pekalen Windari Wahyu Ningsih menyampaikan, kondisi tebing memang sudah lama rusak. Bahkan, kini tergolong kritis.

Tebing itu memang sudah lama dan sudah kritis. Banyak rembesan air di sejumlah titik. Meski tidak hujan, kondisinya rawan. Apalagi ada bangunan di atasnya. Sehatnya Tebing itu kan tidak boleh ada bangunan di atasnya,” ujarnya.

Menurutnya, langkah awal yang dilakukan adalah menyiapkan pengiriman material bronjong ke lokasi.

Bronjong tersebut akan dipasang sebagai penguat sementara agar gerusan sungai tidak semakin meluas dan membahayakan area pesantren.

Berdasarkan hasil asesmen awal, panjang tebing yang ambrol diperkirakan mencapai sekitar 38 meter.

Namun untuk mengantisipasi perluasan kerusakan, material yang disiapkan mencapai 50 meter termasuk untuk penguatan di sisi kanan dan kiri lokasi.

Pemasangan bronjong diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 15 hari, bergantung pada kondisi lapangan.

Penanganan akan difokuskan pada titik paling rawan. “Kalau lancar mungkin sekitar lima belas hari rampung,” jelas Windari.

Selain itu, UPT PSDA masih akan melakukan kajian teknis lanjutan terhadap bangunan yang berada di atas tebing guna memastikan proses perbaikan tidak memicu pergeseran tanah tambahan. (mu/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#sungai kertosono #ponpes Syekh Abdul Qodir Al Jailani #probolinggo #Kraksaan