KRAKSAAN, Radar Bromo-UPT Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Welang Pekalen bergerak cepat menangani ambrolnya tebing Sungai Kertosono di area Pondok Pesantren (Ponpes) Syekh Abdul Qodir Al Jaelani (SAQO), Rangkang, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.
Penanganan darurat disiapkan untuk mencegah longsor susulan.
Kasi Pemeliharaan dan Rehabilitasi UPT PSDA Welang Pekalen Windari Wahyu Ningsih menyampaikan, kondisi tebing memang sudah lama rusak. Bahkan, kini tergolong kritis.
“Tebing itu memang sudah lama dan sudah kritis. Banyak rembesan air di sejumlah titik. Meski tidak hujan, kondisinya rawan. Apalagi ada bangunan di atasnya. Sehatnya Tebing itu kan tidak boleh ada bangunan di atasnya,” ujarnya.
Menurutnya, langkah awal yang dilakukan adalah menyiapkan pengiriman material bronjong ke lokasi.
Bronjong tersebut akan dipasang sebagai penguat sementara agar gerusan sungai tidak semakin meluas dan membahayakan area pesantren.
Berdasarkan hasil asesmen awal, panjang tebing yang ambrol diperkirakan mencapai sekitar 38 meter.
Namun untuk mengantisipasi perluasan kerusakan, material yang disiapkan mencapai 50 meter termasuk untuk penguatan di sisi kanan dan kiri lokasi.
Pemasangan bronjong diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 15 hari, bergantung pada kondisi lapangan.
Penanganan akan difokuskan pada titik paling rawan. “Kalau lancar mungkin sekitar lima belas hari rampung,” jelas Windari.
Selain itu, UPT PSDA masih akan melakukan kajian teknis lanjutan terhadap bangunan yang berada di atas tebing guna memastikan proses perbaikan tidak memicu pergeseran tanah tambahan. (mu/hn)
Editor : Muhammad Fahmi