KRAKSAAN, Radar Bromo-Kondisi sungai Kertosono yang jadi pemicu banjir kawasan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, beberapa waktu lalu jadi atensi.
Pemprov Jawa Timur mulai menormalisasi Sungai Kertosono di Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.
Tujuannya sebagai upaya mengembalikan kapasitas sungai pascabanjir yang terjadi beberapa waktu lalu.
Koordinator Wilayah Probolinggo UPT PSDA Jatim Muhammad Fachru Syahroni mengatakan, normalisasi dilakukan sepanjang 300 meter badan sungai. Tepatnya di belakang Ponpes Syekh Abdul Qodir Al Jailani, Desa Rangkang.
Normalisasi difokuskan pada pengerukan sedimen yang menyebabkan pendangkalan sungai dan berpotensi menghambat aliran air. Terutama saat debit meningkat pada musim hujan.
“Normalisasi ini dilakukan untuk mengembalikan kapasitas sungai agar aliran air tetap lancar dan tidak menimbulkan genangan saat debit meningkat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari pemeliharaan rutin pemerintah untuk mencegah risiko banjir di wilayah tersebut.
Dengan pengerukan sedimen, diharapkan daya tampung sungai dapat kembali optimal.
Dalam pelaksanaannya, normalisasi menggunakan ekskavator amfibi yang mampu bekerja di area berair.
Juga bisa menjangkau titik-titik yang sulit diakses alat berat konvensional. Sehingga, lebih efektif mempercepat proses pengerukan dan pembersihan material di dasar sungai.
Syahroni menambahkan, pemilihan lokasi di belakang pondok pesantren didasarkan pada kondisi lapangan yang membutuhkan penanganan segera.
Selain mengalami pendangkalan, area tersebut juga rawan terjadi luapan air saat hujan deras.
“Dengan adanya normalisasi ini, kami berharap aliran sungai kembali normal dan mampu mengurangi potensi banjir di sekitar lokasi,” katanya.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai. salah satu caranya, tidak membuang sampah sembarangan agar hasil normalisasi dapat bertahan dalam jangka panjang. (mu/hn)
Editor : Muhammad Fahmi