KRAKSAAN, Radar Bromo - Tebing ambrol di aliran Sungai Kertosono, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo akhirnya rampung ditangani. Perbaikan darurat dilakukan menggunakan bronjong sebagai solusi cepat untuk mencegah kerusakan lanjutan.
Koordinator Wilayah Probolinggo UPT PSDA Jatim Muhammad Fachru Syahroni mengatakan, penanganan dilakukan pada titik tebing. Panjangnya sekitar 15 meter dengan tinggi 8 meter dan lebar 2 meter.
“Penanganan ini bersifat sementara, menggunakan bronjong karena dinilai paling efektif dalam kondisi darurat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bronjong dipilih karena lebih adaptif terhadap kondisi aliran sungai yang dinamis dibandingkan konstruksi permanen. Struktur anyaman kawat berisi batu tersebut dinilai mampu menahan tekanan air, sekaligus mengikuti pergerakan tanah.
“Kalau menggunakan konstruksi permanen, justru berpotensi tergerus arus. Bronjong lebih fleksibel,” jelasnya.
Penanganan tebing ini menjadi prioritas karena lokasinya berada di area strategis. Berdekatan dengan lingkungan pondok pesantren. Tepat di belakang Ponpes Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Kraksaan.
Selain itu, tebing sungai yang ambrol sering menimbulkan kekhawatiran pada warga. Mereka takut ada ambrol susulan, terutama saat debit air sungai meningkat.
Dengan selesainya perbaikan, aktivitas di sekitar lokasi diharapkan kembali aman dan normal. Meski demikian, UPT PSDA Jatim menegaskan bahwa penanganan ini masih bersifat sementara. Ke depan, penguatan permanen berpotensi dilakukan setelah melalui kajian teknis dan ketersediaan anggaran.
“Yang penting saat ini lokasi sudah aman dan tidak terjadi penggerusan lanjutan,” tegas Syahroni. (mu/hn)
Editor : Muhammad Fahmi