KRAKSAAN, Radar Bromo - Kabar menggembirakan datang bagi ribuan guru ngaji di Kabupaten Probolinggo. Pemkab Probolinggo kini tengah menyiapkan skema kenaikan honor, bahkan ditarget minimal dua kali lipat dari yang diterima saat ini.
Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris, menyebut rencana itu sudah melalui perhitungan awal. “Terkait honor guru ngaji, kami sudah menghitung-hitung. Insyaallah kami naikkan, minimal dua kali lipat,” ujar Gus Haris.
Saat ini, honor guru ngaji masih berada pada angka terbatas. Pada tahun anggaran 2026, Pemkab Probolinggo mengalokasikan Rp 1,98 miliar untuk 4.950 guru ngaji dan guru pasraman. Dana itu dicairkan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Besaran tersebut dinilai belum ideal jika dibandingkan dengan peran guru ngaji dalam membentuk karakter keagamaan masyarakat. Karena itu, kenaikan honor mulai diprioritaskan dalam perencanaan ke depan.
Selain menaikkan nominal, pemkab juga menyiapkan pembenahan sistem penyaluran. Evaluasi akan dilakukan bersama organisasi keagamaan, termasuk Nahdlatul Ulama di tingkat kabupaten maupun kecamatan.
“Ke depan akan kami evaluasi bersama. Supaya penyalurannya lebih tepat dan menyentuh semua yang berhak,” katanya.
Ia juga mengakui, kemampuan fiskal daerah masih menjadi tantangan. Namun demikian, sektor pendidikan keagamaan tetap masuk prioritas.
“Kalau dibandingkan daerah lain seperti Situbondo, kami memang punya keterbatasan fiskal. Tapi kami tidak akan mengecewakan. Ini jadi prioritas,” tegasnya.
Rencana kenaikan honor ini diharapkan bisa menjadi angin segar bagi para guru ngaji yang selama ini menjadi ujung tombak pendidikan keagamaan di tingkat akar rumput. (mu/fun)
Editor : Abdul Wahid