Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Bersih-Bersih Kawasan Pesisir Kalibuntu Kraksaan Probolinggo, Angkut 2,1 Ton Sampah

Agus Faiz Musleh • Senin, 13 April 2026 | 00:27 WIB
Sejumlah siswi ikut bersih-bersih sampah kawasan Kalibuntu, Kraksaan, Probolinggo. (Agus Faiz Musleh/ Radar Bromo)
Sejumlah siswi ikut bersih-bersih sampah kawasan Kalibuntu, Kraksaan, Probolinggo. (Agus Faiz Musleh/ Radar Bromo)

 

KRAKSAAN, Radar Bromo-Persoalan sampah masih jadi problem di kawasan pesisir Kalibuntu, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Dalam sekali pembersihan saja, terkumpul 2,1 ton sampah.

Sampah itu dikumpulkan dalam aksi bersih-bersih yang melibatkan Pemkab Probolinggo bersama ratusan relawan dan program Sungai Watch yang tengah kampanye lingkungan dari Bali menuju Jakarta.

Seluruh sampah anorganik yang terkumpul kemudian diangkut ke TPA Seboro.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo Roby Siswanto mengatakan, volume sampah yang ditemukan menjadi perhatian serius. Khususnya di wilayah pesisir.

“Total ada 2,1 ton sampah anorganik yang terkumpul. Ini cukup memprihatinkan karena kawasan pesisir tersebut padat penduduk,” ujarnya, Minggu (12/4).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi menyebut, penanganan sampah tidak hanya berhenti pada kegiatan pembersihan. Namun juga membutuhkan perubahan perilaku masyarakat.

“Kegiatan ini juga disertai edukasi agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, baik di sungai maupun pantai,” katanya.

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut mencerminkan perlunya kerja sama lintas sektor untuk mengatasi persoalan sampah. Apalagi, saat ini masalah sampah masih menjadi tantangan di daerah.

Co-founder Sungai Watch Gary Bencheghib mengapresiasi partisipasi lebih dari 400 relawan dalam aksi tersebut.

Ia menyebut, keterlibatan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

“Kami berhasil mengumpulkan lebih dari 400 peserta untuk aksi bersih-bersih di Kalibuntu,” ujarnya.

Gary menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari perjalanan tim Sungai Watch yang menempuh rute dari Bali ke Jakarta dengan target sekitar 25 kilometer per hari. Di setiap lokasi yang disinggahi, dilakukan aksi bersih-bersih sungai atau pantai.

Ia menambahkan, persoalan sampah tidak cukup diselesaikan hanya dengan membuang sampah pada tempatnya.

Diperlukan dukungan infrastruktur pengelolaan yang memadai, mengingat banyak TPA di berbagai daerah telah mengalami kelebihan kapasitas.

“Perlu solusi yang lebih komprehensif, termasuk peningkatan infrastruktur dan kesadaran masyarakat,” tegasnya. (mu/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#kalibuntu #sampah #probolinggo #Kraksaan