KRAKSAAN, Radar Bromo - Dinas Perhubungan kini sedang mematangkan rencana pemasangan portal jalan di wilayah rawan bencana di Kabupaten Probolinggo. Sejauh ini baru terpetakan tiga titik yang akan dipasang portal pengendali kendaraan di luar kelas jalan.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Windardi mengatakan, pemasangan portal tidak hanya menyasar pada ruas jalan yang berbatasan langsung dengan jalan nasional. Sehingga kerap dilalui oleh kendaraan di luar kelas jalan yang telah ditentukan.
Tiga titik itu Jalan Condong-Manggisan di Desa Betek, Kecamatan Krucill; Jalan Pesawahan-Tiris di Desa Pesawahan, Kecamatan Tiris; Jalan Tiris-Tlogosari di Desa/Kecamatan Tiris.
Portal juga akan dipasang pada wilayah rawan bencana serta ruas jalan yang berbatasan dengan tebing. Kendaraan di luar kelas jalan yang telah ditentukan berpotensi membuat jalan rusak dan ambles. Sehingga membahayakan pengguna jalan.
“Setelah melalui kajian dan beberapa pertimbangan keselamatan pengguna jalan. Portal juga akan dipasang pada wilayah rawan bencana dan jalan ambles,” katanya.
Titik yang telah ditentukan tersebut dirasa perlu untuk segera dipasang portal. Hal ini sebagai tindak lanjut dari jalan ambles di Dusun Kedungkokap, Desa Segaran, Kecamatan Tiris.
Yang ambles diduga sering menjadi tempat parkir truk bermuatan kayu. Kendaraan tersebut memiliki bobot lebih dari 8 ton. Tidak sesuai dengan kelas jalan kabupaten.
“Sementara ada tiga titik. Ini merupakan tindak lanjut dari bencana yang pernah terjadi. Serta untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang lagi,” ucapnya.
Windardi menuturkan pemasangan portal bersifat kondisional. Artinya menyesuaikan kondisi pengguna jalan yang melintas.
Dengan demikian ruas jalan lainnya berpotensi dipasang portal untuk mengendalikan kendaraan yang melintas di luar kelas jalan. Begitu juga wilayah potensi bencana lainnya yang memiliki kerentanan sama. Bakal dipasang portal sebagai pengendali kendaraan.
“Setiap pemasangan portal telah melalui pertimbangan yang matang. Mulai dari rencana hingga realisasi. Jadi tidak serta merta dipasang,” jelasnya. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid