KRAKSAAN, Radar Bromo - Selama periode fungsional Lebaran 2026, kendaraan yang melintas di Tol Probolinggo-Sitibondo-Banyuwangi (Prosiwangi) menunjukkan lonjakan signifikan. Di tol ini tercatat total ada 226.208 kendaraan melintas sejak H-7 hingga H+8 Lebaran.
Lonjakan mulai terlihat sejak H-3, dan mencapai puncaknya pada H+1 atau Minggu (22/03), dengan total 19.234 kendaraan dalam sehari. Angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang periode pemantauan.
“Kami melihat tren peningkatan tajam sejak mendekati hari H, terutama didorong mobilitas pemudik yang memanfaatkan jalur fungsional,” ujar Humas Tol Prosiwangi, Hima Jaya dalam keterangannya.
Secara rinci, gerbang tol (GT) Situbondo Barat menjadi titik paling padat. Untuk arus keluar (exit), total kendaraan mencapai 65.747 unit. Sementara arus masuk (entrance) mencatat 57.372 kendaraan.
Disusul oleh GT Paiton dengan total 30.986 kendaraan masuk dan 26.896 kendaraan keluar. Sedangkan GT Kraksaan mencatat volume lebih rendah, yakni 25.060 kendaraan masuk dan 19.967 kendaraan keluar.
Pada hari H Lebaran Sabtu, (21/3), tercatat 12.793 kendaraan melintas di seluruh gerbang tol. Angka ini meningkat drastis keesokan harinya, menandai pergerakan balik sebagian masyarakat yang memilih lebih awal kembali ke kota asal.
“Puncak arus balik memang lebih cepat terjadi tahun ini, seiring kebijakan fleksibilitas kerja dan libur panjang,” tambah Hima.
Menariknya, tren tetap tinggi hingga H+3 dengan 19.752 kendaraan, sebelum perlahan menurun hingga H+6. Namun, peningkatan kembali terlihat menjelang akhir periode, khususnya pada H+8 (29/3) yang mencatat 18.319 kendaraan.
Hima Jaya menegaskan bahwa operasional jalur fungsional berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi terkait untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas, terutama di titik-titik rawan kepadatan,” jelasnya.
Seperti sebelumnya, Jalur fungsional itu dilakukan dua arah pada 13-29 Maret 2026 pukul 06.00-16.00. Jalur tersebut terdiri dari paket satu Gending-Kraksaan sejauh 12,88 kilometer (km), Kraksaan-Paiton 11,2 km, dan Paiton-Besuki (Situbondo Barat) 25,6 km.
Ruas Tol Probolinggo-Besuki menjadi kelanjutan dari ruas tol Trans-Jawa yang sudah ada sebelumnya. Sebelumnya, jalur tol eksisting menghubungkan Pasuruan-Gending. Adapun dari Gending sampai Banyuwangi, pengendara harus melintasi jalur pantai utara (pantura). (mu/fun)
Editor : Abdul Wahid