KRAKSAAN, Radar Bromo — Stok darah yang dimiliki Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo menipis. Persediaan darah yang ada sampai dengan Senin (6/4) diprediksi hanya mampu mencukupi kebutuhan darah sepekan kedepan.
Terlebih lagi stok darah yang ada digunakan untuk berbagai kebutuhan. Seperti mendroping darah pada Bank Darah Rumah Sakit (BDRS). Dengan demikian rumah sakit dapat langsung memberikan darah kepada pasien saat kondisinya darurat.
“Untuk stok darah yang ada saat ini cukup terbatas. Diprediksi hanya mampu memenuhi kebutuhan selama sepekan,” kata Kepala UDD PMI Kabupaten Probolinggo dr. Adi Nugroho.
UDD PMI mencatat sampai Senin (6/4) pagi memiliki persediaan darah meliputi Whole Blood (WB) atau darah lengkap. Meliputi golongan darah A tersedia 12 kantong, golongan darah B tersedia 32 kantong, golongan darah O tersedia 20 kantong.
Sementara Packed Red Cell (PRC) atau sel darah merah. Memiliki stok diantaranya golongan darah A tersedia 8 kantong, golongan darah B tersedia 15 kantong, golongan darah O tersedia 8 kantong.
“WB golongan darah AB saat ini kosong. Sementara PRC golongan AB ada 4 kantong,” bebernya.
Adi menjelaskan bahwa pihaknya saat ini berkoordinasi dengan instansi, lembaga, sekolah, masyarakat dan perusahaan swasta untuk menggalakkan aksi donor darah. Lokasi pelaksanaan aksi donor darah ini juga sudah ditentukan untuk memenuhi kebutuhan darah.
“Stok darah banyak terpakai sewaktu lebaran. Saat ini sudah habis. Pasca lebaran donor darah di lapangan kembali kami lakukan,” tandasnya.
UDD PMI secara berkala melakukan evaluasi ketersediaan darah. Upaya ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan darah bagi para pasien yang membutuhkan. Pasca lebaran aksi donor darah belum normal. Sehingga stok darah yang tersisa saat ini semakin menipis. (ar/fun)
Editor : Moch Vikry Romadhoni