KRAKSAAN, Radar Bromo - Sebanyak 9.556 siswa jenjang SMP negeri dan swasta di Kabupaten Probolinggo mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan berlangsung pada 6-16 April 2026. Pelaksanaan hari pertama, Senin (6/4), berjalan tertib dan sesuai prosedur.
“Alhamdulillah untuk TKA tingkat SMP pelaksanaan hari ini berjalan lancar sesuai dengan prosedur,” ujar pelaksana dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo, Hary Tjahjono.
Di hari yang sama, tim dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) juga turun langsung ke sejumlah lembaga untuk melakukan monitoring dan evaluasi (monev). Langkah ini dilakukan guna memastikan pelaksanaan TKA berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Pelaksanaan TKA SMP 2026 dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 6-7 April, sementara gelombang kedua digelar 8-9 April. Dalam satu hari, ujian dibagi menjadi tiga sesi, yakni pukul 07.00-08.45, 09.15-11.00, dan 11.30-13.15.
Peserta diwajibkan hadir minimal 30 menit sebelum ujian dimulai. Selain itu, siswa juga harus mematuhi tata tertib yang berlaku, termasuk larangan membawa alat komunikasi seperti smartphone ke dalam ruang ujian.
TKA dilaksanakan selama dua hari dengan struktur materi yang berbeda setiap harinya. Pada hari pertama, siswa mengerjakan latihan singkat selama 10 menit, dilanjutkan dengan ujian Matematika dan Numerasi selama 75 menit serta Survei Karakter selama 20 menit.
"Kedua diisi dengan latihan, ujian Bahasa Indonesia dan literasi selama 75 menit, serta survei lingkungan belajar," ujarnya.
Secara keseluruhan, setiap mata pelajaran terdiri dari 30 soal. Setiap siswa mengerjakan 30 soal matematika dan 30 soal Bahasa Indonesia dalam pelaksanaan TKA tahun ini.
Pemilihan matematika dan Bahasa Indonesia sebagai fokus utama bukan tanpa alasan. Kedua mata pelajaran ini dinilai sebagai fondasi penting dalam mendukung kemampuan belajar siswa di berbagai bidang.
Bahasa Indonesia berperan dalam meningkatkan kemampuan literasi, mulai dari memahami bacaan hingga berpikir kritis dan menyampaikan gagasan.
Sementara matematika menjadi dasar dalam penguatan numerasi, seperti logika berpikir, pengolahan data, dan penyelesaian masalah.
"Hasil TKA nantinya akan digunakan pemerintah untuk memetakan mutu pendidikan secara nasional. Selain itu, hasil tersebut juga menjadi acuan bagi pendidik dalam menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif dan tepat sasaran," ujarnya.
Tak hanya itu, TKA juga berfungsi sebagai instrumen seleksi akademik untuk jenjang pendidikan berikutnya, sekaligus memberikan pengakuan kesetaraan bagi siswa dari jalur nonformal maupun informal.
"Dengan pelaksanaan yang terstandar dan pengawasan ketat, TKA diharapkan mampu memberikan gambaran objektif capaian akademik siswa sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Probolinggo," ujarnya. (mu/fun)
Editor : Moch Vikry Romadhoni