KRAKSAAN, Radar Bromo – Sebanyak 9.556 siswa jenjang SMP Negeri/Swasta di Kabupaten Probolinggo siap mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan tanggal 6–16 April.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) setempat memastikan seluruh sarana dan prasarana (sarpras) penunjang pelaksanaan ujian telah siap.
Sebagai bagian dari pemantapan, Disdikdaya menggelar sosialisasi sekaligus pengukuhan pengawas ruang, Kamis (2/4) di Ruang Ki Hajar Dewantara.
Kegiatan ini menjadi langkah krusial untuk menjamin kelancaran pelaksanaan TKA.
Tak hanya pembekalan teknis, para pengawas juga diambil sumpahnya sebagai bentuk komitmen menjaga integritas, kejujuran, dan kredibilitas ujian.
Sebanyak 200 pengawas dari total 350 orang dihadirkan mewakili wilayah barat, tengah, dan timur.
Mereka mendapatkan arahan terkait tugas pengawasan. Mulai dari prosedur masuk peserta hingga antisipasi kendala teknis selama ujian berlangsung.
Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono menegaskan, pengawas adalah garda terdepan dalam memastikan ujian berjalan jujur dan akuntabel. Mereka menjadi kunci utama suksesnya TKA.
“Pengawas yang telah dikukuhkan dan diambil sumpahnya harus memegang teguh prinsip kejujuran, tanggung jawab, dan akuntabilitas. Ini menjadi kunci sukses,” tegasnya.
Pembekalan teknis dipandu oleh tim pengawas SMP Disdikdaya, Edy Santoso dan Miswagiyanto.
Edy menjelaskan, standar operasional prosedur (SOP) pengawasan, termasuk penegakan tata tertib dan langkah cepat menghadapi kendala seperti gangguan server.
Sementara itu, Miswagiyanto memimpin pembacaan sumpah janji pengawas.
Hary mengapresiasi antusiasme peserta yang mengikuti kegiatan dengan serius. Ia optimistis bekal yang diberikan mampu memperkuat kesiapan pengawas di lapangan.
“Harapan kami, seluruh pengawas dapat bekerja sesuai petunjuk teknis sehingga pelaksanaan TKA berjalan lancar tanpa kendala,” ujarnya.
Kepala SMPN 2 Kraksaan Milyun Wijayanti menyebut, sekolah juga mematangkan kesiapan siswa. Baik dari sisi akademik maupun mental.
“Kami telah memberikan sosialisasi, motivasi, dan pembekalan psikologis agar siswa lebih rileks dan siap menghadapi TKA,” tuturnya.
Selain try out, menurutnya, pengecekan sarana juga dilakukan guna memastikan pelaksanaan ujian berjalan optimal. (dik/hn)
Editor : Muhammad Fahmi