Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pemkab Probolinggo Ajukan Perbaikan Ratusan Rumah yang Rusak Akibat Bencana

Agus Faiz Musleh • Kamis, 2 April 2026 | 06:42 WIB
CEK: Bupati Probolinggo Mohammad Haris meninjau rumah terdampak bencana yang telah dibangun melalui bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. (Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)
CEK: Bupati Probolinggo Mohammad Haris meninjau rumah terdampak bencana yang telah dibangun melalui bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. (Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)

 

BESUK, Radar Bromo- Bukan hanya meninjau infrastrruktur. Bupati Moh Haris juga meninjau perbaikan rumah warga terdampak, salah satunya di Desa Matekan, Kecamatan Besuk.

Bupati memastikan bantuan stimulan perbaikan rumah mulai direalisasikan. Total sebanyak 126 unit rumah telah diajukan ke pemerintah provinsi dan kini sebagian sudah dalam tahap pengerjaan.

“Kemarin proposalnya kuota 126 kami ajukan ke provinsi dan sekarang sudah mulai dikerjakan,” ujar Haris.

Ia menjelaskan, bantuan tahap awal difokuskan pada rumah dengan kategori rusak ringan. Dari total usulan, sekitar 36 unit menjadi prioritas penanganan awal.

“Yang disasar yang rusak ringan, ada sekitar 36 unit. Tapi ini masih bisa ada tambahan,” jelasnya.

Khusus di Desa Matekan, masih terdapat beberapa rumah yang belum tersentuh perbaikan. Pemkab memastikan seluruhnya akan ditangani sesuai tingkat kerusakan.

“Di Matekan masih ada 5 rumah yang sudah  dikerjakan. Yang belum, akan kami sesuaikan dengan tingkat kerusakannya,” katanya.

Untuk rumah dengan kategori rusak berat, penanganan akan dilakukan melalui skema berbeda, seperti program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari dinas terkait maupun desa.

Nanti bisa melalui RTLH Perkim atau program lainnya. Jadi semua sesuai dengan kerusakannya,” tegas Haris.

Bantuan yang diberikan bersifat stimulan, berupa material bangunan yang digunakan untuk memperbaiki rumah warga sesuai kondisi awal. “Ini bantuan material. Rumahnya diperbaiki sesuai dengan perencanaan awal,” imbuhnya.

Haris menegaskan, fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan warga kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan aman. “Termasuk bagian penting seperti kamar dan lainnya,” ucapnya.

Program ini merupakan bentuk kolaborasi antara Pemkab Probolinggo dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pemkab berperan mengusulkan data penerima, sementara realisasi bantuan berasal dari provinsi.

“Ini bantuan dari provinsi yang diajukan oleh pemkab. Sifatnya stimulan, bukan bantuan total, tapi cukup untuk mempercepat pemulihan rumah warga,” pungkasnya.

Dengan percepatan tersebut, diharapkan warga terdampak bencana bisa segera kembali menempati rumah yang layak dan melanjutkan aktivitas sehari-hari dengan normal. (mu/fun)

Editor : Abdul Wahid
#Dampak Bencana #rtlh #infrastruktur rusak