KRAKSAAN, Radar Bromo–Akses vital penghubung Kecamatan Kotaanyar dan Kecamatan Pakuniran, hingga kini masih lumpuh.
Sebabnya badan jalan di Desa Sumbercenteng ambrol sejak Minggu (22/2) sekitar pukul 00.30. Ada lubang menganga seluas kurang lebih 60 meter persegi.
Kerusakan tersebut membuat aktivitas warga terganggu, terutama distribusi hasil pertanian dan mobilitas harian masyarakat di dua kecamatan tersebut. Kerusakan jalan di lokasi ini harus dilakukan penanganan cepat.
Ini diungkapkan Bupati Moch Haris, Rabu (1/4). Usai meninjau Dam Arah di Desa Alassumur Kulon, bupati langsung bergerak ke lokasi jalan ambruk di Desa Sumbercenteng.
Ia ingin memastikan langsung penyebab lambannya penanganan yang sempat dikeluhkan warga.
“Saya datang ke sini untuk memastikan kenapa ini terkesan lama. Saya mendengar banyak hal bahwa ini terkesan ada pembiaran. Jadi kami pastikan dengan melihat lokasi,” ujar Haris di sela peninjauan.
Menurutnya, kerusakan jalan tersebut memiliki karakteristik teknis yang cukup kompleks. Di bawah badan jalan terdapat saluran air dengan sistem sifon dan crossing, sehingga membutuhkan penanganan khusus.
“Ini sebenarnya hampir sama kasusnya dengan di Madakaripura. Ada saluran air yang harus dipasang boks culvert agar aliran air bisa lewat dengan baik,” jelasnya.
Haris mengungkapkan, proses pemesanan boks culvert menjadi salah satu faktor yang membuat perbaikan belum bisa langsung dilakukan.
Material utama itu membutuhkan waktu produksi hingga satu bulan. “Ini yang harus dipahami masyarakat. Jadi bukan pembiaran,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan alasan belum banyak material yang didatangkan ke lokasi. Menurutnya, seluruh pekerjaan harus menunggu kedatangan boks culvert agar proses pengerjaan bisa berjalan efektif.
“Kenapa belum banyak bahan kami dropping? Ini nunggu box culvert. Kalau bahan lain dulu didatangkan, akselerasi alat berat akan kesulitan. Jadi boks culvert dan alat berat datang dulu, baru bahan lain menyusul,” imbuhnya.
Pemkab Probolinggo menargetkan boks culvert tiba lebih cepat dari jadwal awal. Jika sebelumnya diperkirakan datang pada 13 April, kini dipercepat menjadi 8 April.
“Kalau tanggal 8 (April, red) datang, pengerjaan sekitar satu bulan lagi. Jadi mohon masyarakat bersabar,” katanya.
Haris memastikan proyek tersebut akan segera dikerjakan dalam waktu dekat. Bahkan, ia menegaskan komitmennya agar tidak ada penundaan lagi. “Harus dikerjakan. Kalau tidak, saya tindak tegas,” ujarnya lugas.
Dalam peninjauan itu, warga sempat mengusulkan pembangunan jembatan sementara untuk memulihkan akses.
Namun, bupati meminta masyarakat menunggu proses perbaikan resmi yang segera dimulai.
“Yang paling utama adalah keselamatan masyarakat. Dimohon masyarakat bersabar, karena pekan depan proses sudah mulai. Kami juga akan saling melakukan pengawasan, bersamaan dengan datangnya box culvert,” bebernya.
Dengan dimulainya perbaikan nanti, diharapkan akses penghubung Kotaanyar-Pakuniran bisa segera pulih dan aktivitas masyarakat kembali normal. (mu/fun)
Editor : Abdul Wahid