Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Petugas Damkar di Probolinggo Lepas Cincin di Tangan ODGJ yang Membengkak, Butuh Waktu Sampai Setengah Jam

Achmad Arianto • Selasa, 31 Maret 2026 | 16:27 WIB
PELAN-PELAN: Personel damkar saat melepas cincin dari tangan ODGJ, Senin (31/3) malam. (Foto: Damkar for Jawa Pos Radar Bromo)
PELAN-PELAN: Personel damkar saat melepas cincin dari tangan ODGJ, Senin (30/3) malam. (Foto: Damkar for Radar Bromo)

KOTAANYAR, Radar Bromo - Bagi personel pemadam kebakaran (damkar), melepas cincin di tangan orang yang meminta bantuan, adalah hal biasa. Namun bagaimana bila yang mengalami adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ)?

Inilah yang dialami personel damkar Kabupaten Probolinggo saat melepas cincin dari jari pria ODGJ di Desa Sambirampak Lor, Kecamatan Kotaanyar.

Peristiwa itu terjadi Senin (30/3) malam. Personel damkar harus berhati-hati saat melepas cincin tanpa membuat cedera. Tantangannya, petugas harus sabar karena korbannya adalah ODGJ yang sewaktu-waktu bisa mengamuk. 

Evakuasi ini bermula saat Petugas Puskesmas Kotaanyar mendapatkan laporan dari keluarga bahwa jari pasien ODGJ membengkak karena cincin yang kecil tidak bisa dilepas.

Kondisi itu membuat khawatir keluarga sehingga laporan tersebut oleh petugas puskesmas diteruskan kepada Damkar Kabupaten Probolinggo.

“Ada ODGJ yang jarinya bengkak karena cincin tidak bisa dilepas. Mengingat kondisi klien yang membutuhkan perlakuan khusus, kami segera mendatanginya,” kata Komandan Pos Damkar Unit Kraksaan Priyo Yulianto Selasa (31/3).

Personel damkar yang terdiri dari Grup D Unit Damkar Kraksaan dan Grup D Unit Damkar Paiton mendatangi tempat tinggal warga yang membutuhkan bantuan tersebut. Sesampainya di lokasi, petugas terlebih dahulu melihat kondisi korban dan untungnya dalam keadaan diam tidak agresif.

Perlahan petugas mengecek jari manis tangan sebelah kiri ODGJ yang bengkak tersebut. Rupanya cincin berbahan titanium berukuran kecil dan membuat aliran darah pada jari tidak lancar. Kondisi itu membuat jari membengkak.

Dengan menggunakan sebuah mini gerinda petugas damkar memotong perlahan cincin tersebut. Hal ini dilakukan agar klien yang merupakan ODGJ tetap nyaman dan tidak mengamuk.

Setelah 30 menit melakukan pemotongan akhirnya cincin tersebut berhasil dilepas tanpa menimbulkan cedera.

“Cincin berhasil dilepas, namun karena klien merupakan ODGJ jadi harus berhati-hati. Jangan sampai membuatnya tidak nyaman apalagi sampai mengamuk,” pungkasnya. (ar/fun)

Editor : Fandi Armanto
#Cincin Tak Bisa Dilepas #damkar #odgj