DRINGU, Radar Bromo - Perolehan retribusi rumah pemotongan hewan (RPH) Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo belum sesuai harapan. Besarnya target yang harus terpenuhi, Diperta berencana menaikkan tarif retribusi pemotongan hewan.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Nikolas Nuryulianto mengatakan, target retribusi RPH tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp. 200.430.000.
Target tersebut cukup besar. Sehingga perlu ada kebijakan yang seimbang, sehingga target bisa terpenuhi salah satunya dengan menaikkan tarif pemotongan hewan.
“Target yang besar tentunya harus diimbangi dengan upaya. Salah satunya dengan melakukan penyesuaian tarif retribusi,” ucapnya.
Pihaknya telah melakukan perhitungan secara detail dengan tetap memperhatikan kemampuan bayar masyarakat. Rencananya tarif retribusi tersebut akan dinaikkan berdasarkan jenis hewan yang dipotong. Seperti tarif pemotongan sapi.
Sebelumnya sapi jantan dan betina retribusi yang harus dibayar Rp 25.000 per ekor. Nantinya akan disesuaikan pada jenisnya, kalau sapi jantan retribusi pemotongan Rp. 40.000 DAN sapi betina Rp. 45.000.
Sementara kambing dan domba sebelumnya hanya Rp 5.000 menjadi Rp. 15.000 perekor. “Penyesuaian tarif tersebut sudah diusulkan,” jelasnya.
Sejauh ini dari target tahun 2026 yang telah ditetapkan perolehan retribusi sampai Kamis (12/3) baru mencapai 14,95 persen jika dinominalkan senilai Rp 29.960.000.
Minimnya realisasi retribusi RPH tersebut selain kecilnya tarif pemotongan juga disebabkan oleh beberapa hal.
Mulai dari tingkat ekonomi dan daya beli masyarakat yang pada daging masih rendah. Sehingga konsumsi masyarakat pada kebutuhan daging mengalami penurunan.
Kemudian masih ada masyarakat atau pelaku usaha yang melakukan pemotongan hewan di luar RPH. Kondisi demikian membuat RPH menjadi lesu, pengguna jasa pemotongan hewan pun rendah.
“Kami harap setelah retribusi mengalami penyesuaian, realisasi RPH bisa lebih baik. Syukur-syukur bisa melebihi target yang telah ditetapkan,” terangnya. (ar/fun)
Editor : Fandi Armanto