Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ngamuk di Leces Probolinggo, ODGJ Asal Banyuwangi Dipulangkan Dinas Sosial

Achmad Arianto • Kamis, 19 Maret 2026 | 06:40 WIB
DIPULANGKAN : NW (tengah) yang sempat mengamuk di wilayah Kecamatan Leces saat dipulangkan ke Banyuwangi tempat asalnya. (Foto: Dinsos)
DIPULANGKAN : NW (tengah) yang sempat mengamuk di wilayah Kecamatan Leces saat dipulangkan ke Banyuwangi tempat asalnya. (Foto: Dinsos)

 

KRAKSAAN, Radar Bromo – NW kedapatan mengamuk di wilayah Kecamatan Leces. Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) asal Banyuwangi ini membuat warga resah. Dengan gerak cepat, Dinas Sosial memulangkannya ke tempat asalnya selasa (18/3).

Tindakan ini dilakukan bermula saat petugas mendapatkan informasi bahwa ada seseorang diduga ODGJ sedang mengamuk  dan membuat warga sekitar takut.

Dinas Sosial yang mendapatkan kabar tersebut langsung mendatangi lokasi sesuai laporan. Kemudian mengamankannya.

Kepala Dinas Sosial Kbupaten Probolinggo Rachmad Hidayanto melalui Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Samsul Hadi mengatakan, setelah dilakukan penelusuran identitas serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait, diketahui bahwa ODGJ tersebut berasal dari Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Banyuwangi.

Selanjutnya, Dinsos Kabupaten Probolinggo melakukan proses pemulangan ke daerah asal klien.

“Pemulangan yang dilakukan merupakan bagian dari upaya memastikan klien mendapatkan penanganan yang berkelanjutan,” katanya.

Dengan pemulangan tersebut klien dapat kembali ke lingkungan keluarganya. Sehingga mendapatkan perhatian, pengawasan dan perawatan yang lebih baik dibandingkan saat berada di luar daerah.

Samsul menuturkan koordinasi lintas daerah menjadi kunci dalam penanganan ODGJ terlantar. Agar dapat segera diidentifikasi dan dipulangkan ke keluarga masing-masing.

Melalui kerja sama dengan pemerintah desa dan keluarga, pihaknya berharap klien dapat menjalani proses pemulihan secara lebih optimal di lingkungan yang mendukung.

“Kami berharap klien dapat memperoleh penanganan yang lebih baik dari keluarga. Serta lingkungan tempat tinggalnya. Sekaligus mencegah potensi gangguan serupa di kemudian hari,” pungkasnya. (ar/fun)

Editor : Fandi Armanto
#dinsos #odgj #kejiwaan