KRAKSAAN, Radar Bromo – Potensi tembakau di Kabupaten Probolinggo dinilai memiliki peran besar dalam menopang industri nasional. Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menyebut daerah ini menjadi salah satu penopang penting industri rokok di Indonesia.
Hal tersebut dilontarkan Faisol Riza saat menghadiri acara buka puasa bersama kader Fatayat Nahdlatul Ulama dan Muslimat Nahdlatul Ulama se-Kabupaten Probolinggo, Selasa (10/3) di Gedung Islamic Centre Kraksaan.
Dalam sambutannya, Faisol mengaku bangga dengan perkembangan sektor industri di Kabupaten Probolinggo.
Menurutnya, daerah ini memiliki potensi besar yang dapat terus dikembangkan hingga mampu bersaing di tingkat internasional.
Salah satu sektor yang memberi kontribusi signifikan, kata dia, adalah industri rokok yang bahan bakunya banyak berasal dari tembakau lokal.
“Cukai rokok menyumbang sekitar 10 persen dari APBN, atau kurang lebih mencapai Rp 200 triliun. Sebagian besar bahan baku tembakaunya berasal dari Probolinggo,” ujarnya.
Ia menilai potensi tersebut harus terus dijaga dan dikembangkan agar mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Khususnya petani tembakau dan pelaku industri di daerah.
Selain menyinggung sektor industri, Faisol juga memberikan motivasi kepada para kader Fatayat NU dan Muslimat NU yang hadir. Ia menekankan pentingnya pendidikan pesantren bagi generasi muda.
Menurutnya, para santri memiliki peluang besar untuk menjadi tokoh bangsa jika terus belajar dan mengembangkan diri.
“Saya sendiri tidak pernah menyangka bisa menjadi wakil menteri saat masih mondok dulu. Karena saat itu yang dipelajari kebanyakan adalah pelajaran agama. Intinya, selama masih mau belajar, apa pun itu pasti bisa,” tuturnya. (mu/fun)
Editor : Abdul Wahid