PAITON, Radar Bromo - Sepekan sudah korban meninggal dunia akibat kecelakaan pikap yang terjadi di Desa Jabungsisir, Kecamatan Paiton tak kunjung teridentifikasi.
Petugas sempat mendapat petunjuk dari hasil rekam identitas, tapi rupanya data itu tak valid.
Petugas RSUD Waluyo Jati akhirnya memakamkan jenazah tersebut di TPU Jabungsisir Senin (9/3).
Koordinator Kamar Mayat RSUD Waluyo Jati Mujino mengatakan sebelumnya petugas sudah berupaya melakukan identifikasi terhadap jenazah laki-laki berusia sekitar 40 tahun tersebut.
Ciri-ciri fisik fisik korban memiliki tinggi badan 172 sentimeter, berwajah oval, kulit sawo matang dan berambut ikal.
Saat kejadian memakai pakaian hitam dan bercelana hitam berbahan kain. Sementara tidak ditemukan ciri khusus di tubuh korban. Sayangnya sepekan setelah kejadian identitas belum juga diketahui.
“Petugas melakukan pengecekan sidik jari, terekam identik dengan salah satu warga Kecamatan Banyuanyar. Saat dikroscek di tempat tinggalnya rupanya orang yang diduga telah meninggal tersebut masih sehat,” katanya.
Petugas sudah berupaya menyebarkan berita jenazah tanpa indentitas tersebut. Bahkan telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk turut melacak identitas jenazah tersebut. Tetapi tidak membuahkan hasil.
Setelah sepekan disimpan di kamar mayat RSUD Waluyo Jati, petugas akhirnya berkoordinasi dengan petugas terkait mulai dari Satlantas Polres Probolinggo, Pemerintah Kecamatan Paiton, dan Pemerintah Desa Jabungsisir. Akhirnya jenazah tersebut dimakamkan di TPU sekitar TKP kejadian kecelakaan.
“Sesuai dengan SOP setelah sepekan tidak ada keluarga yang mengambil dan tidak teridentifikasi, maka siang tadi (Senin, Red) kami makamkan disaksikan oleh pihak terkait,” pungkasnya.
Sebelumnya lantaran sopir mengantuk sebuah pikap hilang kendali lalu menabrak bangunan di jalan raya pantura Desa Jabung, Kecamatan Paiton minggu pagi (1/3). Insiden ini terjadi sekitar pukul 07.10.
Bermula saat sebuah pikap bernomor polisi W 8893 DX. Melaju dari arah timur menuju barat. Sesampainya di TKP sopir diduga kurang konsentrasi lantaran mengalami microsleep.
Akibatnya kendaraan yang dikemudikan tersebut hilang kendali. Lalu oleng ke kiri turun ke bahu jalan.
Kencangnya laju kendaraan kemudian menabrak toko sembako, barber shop dan warung jual ayam serta dua pejalan kaki. Yang mana satu korban meninggal dunia. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid