KRAKSAAN, Radar Bromo– Sebanyak 200 siswa SD/MI dan SMP/MTs terbaik di Kabupaten Probolinggo, bersaing dalam babak final Kompetisi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026.
Kegiatan ini digelar di Ruang Madakaripura, Lantai V Kantor Bupati Probolinggo, Senin (9/3).
Hasilnya, di tingkat SMP – MTs Negeri/Swasta, Jamila Vikamila dari SMPN 1 Kraksaan berhasil meraih juara pertama.
Lalu Juara 2 dan 3 masing-masing diraih oleh M Alfarizi dari SMPN 1 Kraksaan dan Matthew Keane Husada dari SMPK Materdei.
Kemudian di tingkat SD - MI Negeri/Swasta, juara pertama diraih oleh Farah Adibah dari SDN Sumbersuko, Maron.
Sedangkan Juara 2 dan 3 masing-masing diraih oleh Muhammad Naufal Azizi dari SDN Sukabumi 2 dan Princess Shaquila Lizzate dari SDN Tisnonegaran 1.
Para finalis merupakan peserta terpilih dari total 1.172 siswa yang mengikuti babak penyisihan sebelumnya.
Kompetisi yang digelar untuk pertama kalinya ini diikuti masing-masing 100 siswa jenjang SD/MI kelas V–VI dan 100 siswa jenjang SMP/MTs kelas VIII–IX, baik dari sekolah negeri maupun swasta.
Pada babak final, peserta mengerjakan dua mata pelajaran yang diujikan yakni Matematika dan Bahasa Indonesia.
Setiap mata pelajaran terdiri atas 20 soal dengan waktu pengerjaan 45 menit.
Berbeda dari ujian konvensional, seluruh peserta mengerjakan soal menggunakan telepon genggam.
Sistem ini telah diterapkan sejak tahap penyisihan untuk mempermudah proses pengerjaan, sekaligus mempercepat penilaian hasil ujian.
Selama pelaksanaan kompetisi, proses ujian diawasi ketat oleh tim Jawa Pos Radar Bromo bersama BMB Air-Langga.
Tujuannya, memastikan pelaksanaan berjalan tertib, transparan, dan menjunjung tinggi kejujuran.
Direktur Jawa Pos Radar Bromo H.A. Suyuti berharap, kompetisi ini menjadi sarana mengukur kemampuan akademik siswa sebelum menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang sesungguhnya. Yaitu, pada April mendatang.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu menyiapkan siswa menghadapi TKA yang sebenarnya. Hasil kompetisi juga bisa menjadi bahan evaluasi bagi sekolah untuk melihat mata pelajaran yang perlu mendapat perhatian lebih,” ujarnya.
Menurut Suyuti, kompetisi memiliki peran penting dalam dunia pendidikan. Sebab, dapat mendorong siswa mempersiapkan diri lebih baik sekaligus melatih mental dalam menghadapi persaingan.
Ia menambahkan, pengalaman mengikuti kompetisi juga menjadi bekal berharga bagi siswa. Terutama dalam menghadapi persaingan di masa depan.
“Dengan adanya kegiatan seperti ini, siswa diharapkan semakin termotivasi untuk mempersiapkan diri dan meningkatkan kemampuan akademiknya. Ke depan, semoga event-event seperti ini bisa lebih sering digelar,” pungkasnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono mengapresiasi terselenggaranya kompetisi tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi positif antara Jawa Pos Radar Bromo dan dunia pendidikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
Ia juga menilai tingginya partisipasi peserta menunjukkan semangat belajar dan berkompetisi siswa di Kabupaten Probolinggo cukup tinggi.
Pada tahap awal, kompetisi ini diikuti 1.172 siswa, terdiri atas 806 siswa jenjang SD dan 366 siswa jenjang SMP.
“Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan, tetapi juga membantu memetakan mutu pendidikan. Khususnya pada bidang Matematika dan Bahasa Indonesia yang menjadi dasar penguatan literasi dan numerasi,” katanya.
Menurut Hary, hasil kompetisi dapat menjadi umpan balik bagi sekolah untuk mengevaluasi proses pembelajaran yang telah dilakukan sehingga kualitas pendidikan di Kabupaten Probolinggo terus meningkat. (uno/hn)
Editor : Muhammad Fahmi