Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Bronjong Jebol, Sejumlah Sawah Warga Gading Probolinggo Terendam Banjir

Inneke Agustin • Minggu, 8 Maret 2026 | 19:32 WIB

 

MELUAP: Aliran Sungai Sumber Duren merendam sawah warga akibat bronjong sungai jebol di Desa Duren, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Minggu (8/3).
MELUAP: Aliran Sungai Sumber Duren merendam sawah warga akibat bronjong sungai jebol di Desa Duren, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Minggu (8/3).

GADING, Radar Bromo – Sekitar 600 meter persegi lahan pertanian warga di Desa Duren, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, terendam banjir.

Lahan sawah itu terendam setelah bronjong penahan tebing di Sungai Sumber Duren jebol Sabtu (7/3) sore.

Kerusakan bronjong dipicu oleh derasnya arus sungai setelah hujan lebat mengguyur Desa Duren, Gading.

Debit air sungai meningkat, mulai sekitar pukul 15.00 dan terus naik. Hingga akhirnya, air sungai yang makin tinggi menerjang bronjong sepanjang kurang lebih 125 meter di sepanjang aliran sungai.

Kasi Pelayanan Desa Duren Zubaidi menjelaskan, arus yang kuat merusak susunan bronjong. Sehingga batu-batu penahan tebing runtuh dan menutup sebagian badan sungai.

“Batu dari bronjong yang rusak jatuh dan menutup sebagian aliran sungai. Air yang seharusnya mengalir di dalam sungai akhirnya meluap ke arah barat,” ujarnya, Minggu (8/3).

Luapan air tersebut kemudian menggenangi lahan pertanian warga yang berada di sisi barat sungai. Selain merendam sawah, arus air juga merusak dan menghanyutkan sejumlah tanaman milik warga.

Tanaman yang terbawa arus antara lain pinang, manggis, dan sengon. Lahan yang terdampak diketahui milik Miski, 47 dan Rozak, 43, warga setempat. Kerusakan akibat kejadian ini diperkirakan menimbulkan kerugian material sekitar Rp 5 juta.

Beruntung, bencana itu tidak berdampak pada rumah keduanya yang lokasinya tidak jauh dari sungai. Yaitu, sekitar dua meter dari tepi aliran.

Zubaidi pun berharap bronjong yang rusak segera diperbaikan. Jika tidak, dikhawatirkan dapat memperparah erosi tebing sungai.

 “Kalau tidak segera diperbaiki, aliran sungai bisa terus menggerus tanah di sekitarnya dan berpotensi mengancam rumah warga,” jelasnya.

Selain itu, luapan air juga berpotensi melimpas ke jalan desa yang berada di dekat sungai. Jalan tersebut merupakan akses utama penghubung Desa Duren, Kecamatan Gading dengan Desa Plaosan, Kecamatan Krucil.

“Kalau sampai melimpas ke jalan desa, aktivitas warga bisa terganggu. Jadi, kami berharap bronjong ini bisa segera diperbaiki agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar,” pungkas Zubaidi. (gus/hn)

 

Editor : Muhammad Fahmi
#banjir #probolinggo #terendam #Gading