Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Dinkes Kabupaten Probolinggo Periksa Kelayakan Takjil yang Dijual Pedagang di Alun-Alun, Begini Hasilnya

Achmad Arianto • Minggu, 8 Maret 2026 | 11:05 WIB

DICEK: Tenaga Kesehatan Kabupaten Probolinggo, mengecek sampel makanan dan minuman takjil yang dijual di Sentra Jajanan Alun-Alun Kraksaan.
DICEK: Tenaga Kesehatan Kabupaten Probolinggo, mengecek sampel makanan dan minuman takjil yang dijual di Sentra Jajanan Alun-Alun Kraksaan.

KRAKSAAN, Radar Bromo- Makanan tak layak konsumsi masih berpotensi beredar di lingkungan masyarakat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, berusaha mencegahnya. Salah satunya dengan memeriksa sejumlah makanan takjil yang dijajakan di Sentra Jajanan Alun-Alun Kraksaan.

Hasilnya, dari lima sampel makanan yang diambil, semuanya dinyatakan aman untuk dikonsumsi. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Wahyu Utami mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari pengawasan terhadap makanan yang beredar di ruang publik. Khususnya, di pusat jajanan yang ramai dikunjungi masyarakat.

Di tempat ramai itu potensi makanan yang tidak layak konsumsi terbuka lebar, sehingga perlu dilakukan pengawasan sekaligus pengecekan. “Pengambilan sampel makanan takjil kami lakukan, Kamis (5/3). Tujuannya, untuk memastikan makanan yang dijual kepada masyarakat memenuhi standar keamanan pangan,” ujarnya, Sabtu (7/3).

Pengambilan sampel dilakukan oleh tenaga kesehatan lingkungan dari Puskesmas Kraksaan bersama tim Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) dan Dinkes Kabupaten Probolinggo. Dilakukan pengecekan untuk mengetahui kelayakan konsumsi dan potensi adanya bahan berbahaya. Di antaranya, sampel makanan adalah sosis pentol, usus krispi, dan saus. Kemudian, sampel minuman es capucinno dan sinom.

“Dari hasil pengecekan, makanan dan minuman aman untuk dikonsumsi. Tidak ditemukan bahan berbahaya seperti boraks, formalin, Rhodamin B, dan Metanil yellow,” bebernya.

Petugas juga memberikan edukasi kepada para pedagang terkait pentingnya menjaga kebersihan bahan makanan. Serta, peralatan memasak dan proses penyajian.

Wahyu mengatakan, pengawasan keamanan pangan sangat penting dilakukan secara berkala. Khususnya, di lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Tujuannya, untuk mencegah potensi terjadinya gangguan kesehatan akibat konsumsi makanan yang tidak memenuhi standar higienitas.

“Kami berharap para pedagang selalu memperhatikan kebersihan dan keamanan pangan. Mulai dari bahan baku, proses pengolahan hingga penyajian makananm,” ujarnya. (ar/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#makanan #probolinggo #dinkes #takjil