KRAKSAAN, Radar Bromo-Selain peredaran miras, aksi balap liar juga menjadi persoalan yang acapkali ditemui di Kabupaten Probolinggo.
Termasuk saat bulan suci Ramadan. Balap liar seringkali dilakukan menjelang buka puasa dan saat sahur, kerap dikeluhkan masyarakat. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan petugas melakukan patroli rutin.
Aksi balap liar mayoritas dilakukan oleh remaja dan pemuda yang sedang ngabuburit menunggu waktu berbuka puasa.
Biasanya dilakukan di ruas jalan yang kondisinya sepi, namun jalan tersebut menjadi jalan warga untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
Balap liar ini membahayakan diri sendiri dan orang lain. Khususnya bagi warga yang tidak tahu jika sedang ada aksi balap liar.
Maka potensi kecelakaan menjadi lebih tinggi. Oleh karena itu perlu dilakukan patroli secara rutin agar aksi balap liar ini tidak dilakukan.
“Patroli rutin kami laksanakan. Upaya ini untuk menekan aksi balap liar,” kata Kasat Samapta AKP Didik Siswanto.
Beberapa wilayah menjadi atensi lantaran beberapa kali masyarakat melaporkan adanya balap liar. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Besuk, Paiton, Kraksaan, Krejengan dan Maron.
Petugas yang menerima laporan langsung bergerak cepat. Setibanya di lokasi tidak hanya melakukan penindakan tetapi juga melakukan edukasi dan sosialisasi.
Penindakan tegas dilakukan pada pelaku balap liar. Begitu juga motor tidak dilengkapi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB).
Beberapa kendaraan juga diketahui tidak sesuai standar teknis dan tidak dapat menunjukkan kelengkapan surat - surat kendaraan (STNK) juga turut ditindak.
Upaya ini dilakukan sebagai penindakan.
Sekaligus meningkatkan kesadaran remaja dan pemuda agar berkendara dengan baik dan aman. Serta memanfaatkan ramadhan untuk beribadah.
“Patroli dilaksanakan untuk mewujudkan lingkungan yang aman dan kondusif. Terlebih lagi saat bulan ramadan,” bebernya. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid