Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Satgas MBG Evaluasi Total SPPG Viral di Probolinggo

Agus Faiz Musleh • Rabu, 4 Maret 2026 | 07:55 WIB

SIDAK: Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto saat melakukan monev di SPPG Sogaan, Kecamatan Pakuniran.
SIDAK: Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto saat melakukan monev di SPPG Sogaan, Kecamatan Pakuniran.

KRAKSAAN, Radar Bromo - Gerak cepat ditunjukkan Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis Kabupaten Probolinggo.

Tim melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sempat viral di Kabupaten Probolinggo.

Monev dipimpin langsung Sekretaris Daerah Ugas Irwanto selaku Ketua Satgas MBG. Dua titik menjadi sasaran yakni SPPG Sogaan Kecamatan Pakuniran dan SPPG Pondok Kelor 1 Kecamatan Paiton.

Di SPPG Sogaan, Sekda Ugas bersama tim berdialog sekaligus mengecek langsung dapur MBG.

Pengecekan serupa dilakukan di SPPG Pondok Kelor 1 Kecamatan Paiton dengan berdialog bersama kepala dapur dan pegawai.

Bahkan, Kepala Dapur SPPG Sidodadi turut dihadirkan untuk penguatan evaluasi.

Ugas menegaskan, monev sejatinya bukan hal baru. Agenda itu sudah rutin dan terjadwal. Namun saat monev pada Senin (2/3) lalu, pihaknya turun langsung sebagai bentuk atensi khusus pasca temuan di SPPG Sogaan.

“Sebenarnya monev dari Satgas itu sudah lama berlangsung dan sudah beberapa kali kami lakukan secara terjadwal. Hanya saja saya belum sempat mendampingi karena fokus pada penanganan bencana dan mewakili bupati. Sekarang situasi sudah relatif aman, maka saya hadir langsung karena ini menjadi atensi penting bagi Satgas,” ujarnya, Selasa (3/3).

Ia menekankan, kehadiran Satgas bukan untuk mencari kesalahan. Melainkan membangun komunikasi dua arah sekaligus menghadirkan solusi konkret atas setiap temuan di lapangan.

“Kehadiran kami bukan untuk menyalahkan, tetapi melakukan komunikasi dua arah dan memberikan solusi. Namun apabila ada temuan signifikan yang tidak ditindaklanjuti, maka Satgas wajib melaporkan ke Satgas Provinsi Jawa Timur,” jelasnya.

Menurut Ugas, Korwil MBG Kabupaten Probolinggo juga memiliki tanggung jawab menyampaikan laporan ke BGN di Jakarta untuk ditindaklanjuti, termasuk kemungkinan sanksi.

“Saya memastikan seluruh proses pelaporan, termasuk kasus yang sempat mencuat di SPPG Sogaan, telah dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku,” terangnya.

Tak hanya evaluasi, Satgas bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) sebelumnya juga telah memberikan bimbingan teknis (bimtek), pendampingan serta pemahaman terkait standar kebersihan dan pengelolaan makanan sebelum operasional SPPG berjalan.

“Semua fasilitasi itu diberikan secara gratis karena memang menjadi tugas Satgas dan Dinkes. Secara kelembagaan, Dinkes sudah memberikan pemahaman bagaimana menjaga kebersihan dan mengelola makanan dengan benar,” tandasnya.

Hasil sidak terhadap SPPG yang viral, lanjut Ugas, menemukan sejumlah hal yang harus segera dibenahi. Salah satunya terkait mitra penyedia yang belum berizin.

Selain itu, proses penerimaan bahan dari penyedia hingga tahapan pengemasan (packing) belum terkontrol dengan baik oleh relawan.

“Mitra penyedianya belum berizin, belum dikontrol saat menerima dari penyedia dan saat mau dilakukan packing belum dikontrol juga sama relawan. Sehingga tidak terpantau oleh Kepala SPPG kalau tahu baksonya sudah bermasalah dan bahan baku lainnya juga,” ungkapnya blak-blakan.

Karena itu, pihaknya langsung mengambil langkah tegas. SPPG Sogaan telah dilaporkan ke Ketua Satgas MBG Provinsi Jawa Timur beserta rekomendasi dari Satgas MBG Kabupaten Probolinggo.

“Sidak kemarin kami lakukan terhadap SPPG yang viral dalam rangka mengevaluasi secara total agar tidak terulang kembali kejadian serupa. Banyak temuan-temuan yang harus segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Untuk memperkuat pengawasan dan penyamaan persepsi, Kamis mendatang Satgas MBG Kabupaten Probolinggo akan menggelar rapat koordinasi (rakor) zoom meeting bersama seluruh SPPG, relawan, pemilik hingga mitra.

“Dengan kejadian ini maka hari Kamis ini Satgas MBG Kabupaten akan melakukan rakor zoom meeting bersama seluruh SPPG beserta relawannya termasuk pemilik dan mitra,” ujarnya.

Tak berhenti di situ, Ugas juga akan menggelar zoom meeting menyeluruh agar seluruh pemilik SPPG, mitra, relawan hingga kepala dapur memahami hasil evaluasi secara utuh.

“Saya akan lakukan zoom meeting secara total supaya semua SPPG mendapatkan pemahaman yang sama. Kami beri penguatan bimtek dari Dinkes agar seluruh aturan dipahami secara utuh dan tidak ada lagi kesalahan yang sebenarnya bisa diantisipasi,” katanya.

Ia menambahkan, program MBG merupakan bagian dari strategi nasional Presiden Prabowo Subianto sehingga pelaksanaannya di daerah harus berjalan optimal.

“Monev SPPG se-Kabupaten secara berkala sudah terjadwal dan sudah terlaksana. Khusus yang baru terbentuk juga sedang berjalan,” imbuhnya. (mu/fun)

Editor : Abdul Wahid
#ulat #satgas #provinsi #probolinggo