Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pantau Wilayah Rawan Penyakit Masyarakat di Kabupaten Probolinggo, Mana Saja?

Achmad Arianto • Selasa, 3 Maret 2026 | 10:37 WIB

DIGREBEK: Satpol-PP Kabupaten Probolinggo melakukan operasi pekat di Kecamatan Gending. Keberadaan pekat selama ramadhan cukup menjadi atensi.
DIGREBEK: Satpol-PP Kabupaten Probolinggo melakukan operasi pekat di Kecamatan Gending. Keberadaan pekat selama ramadhan cukup menjadi atensi.

KRAKSAAN, Radar Bromo– Satpol PP juga memberi perhatian terhadap lokasi rawan penyakit masyarakat (pekat) saat bulan ramadan. 

Wilayah di Kabupaten Probolinggo yang termasuk rawan pekat dan sebelumnya pernah digrebek menjadi perhatian serius.

Kasatpol PP Taufik Alami mengatakan, keberadaan pekat memang kerap dikeluhkan warga. 

Karena itulah operasi pekat dilaksanakan secara berkala baik menjelang maupun selama bulan ramadhan. 

Upaya yang dilakukan ini merupakan bagian dari menjaga ketentraman dan ketertiban umum di Kabupaten Probolinggo.

“Operasi pekat merupakan upaya kami untuk menertibkan usaha-usaha yang dapat mengganggu ketentraman dan ketertiban masyarakat. Terlebih lagi usaha tersebut masih beroperasi saat bulan puasa,” katanya Senin (2/3).

Petugas sebelumnya telah memetakan dan melakukan tindakan pada wilayah yang kerap ditemukan penyakit masyarakat. 

Diantaranya warung remang-remang dan tempat karaoke di Kecamatan Leces, Besuk, Kraksaan dan Pajarakan. Saat operasi petugas langsung melakukan tindakan penertiban dan sekaligus pembinaan.

Sementara pada Sabtu malam (28/2) lalu Satpol-PP Kabupaten Probolinggo menggelar operasi pekat sebuah warung di Desa Sebaung, Kecamatan Gending. 

Hasilnya petugas mengamankan empat wanita pemandu lagu dan dua pemilik warung. Mereka kemudian dibawa ke Mako Damkar Satpol-PP Kabupaten Probolinggo di Kecamatan Dringu untuk dimintai keterangan.

Tidak hanya pemeriksaan administrasi. Enam orang yang diamankan juga menjalani pemeriksaan kesehatan dan tes HIV. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruhnya negatif HIV/AIDS.

“Kami bertindak atas dasar aduan masyarakat, beberapa NGO, pemerintah desa dan kecamatan,” bebernya.

Taufik menambahkan tindakan yang dilakukan Satpol-PP bukan untuk menghambat masyarakat mencari nafkah. Tetapi untuk pembinaan agar aktivitas usaha berjalan sesuai aturan. Harapannya dapat mencari nafkah dengan baik dan benar, tidak mengganggu ketertiban masyarakat.

“Kami harap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menghormati bulan ramadhan. Dengan menjaga suasana lingkungan yang aman dan nyaman,” tandasnya. (ar/fun)

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#satpol pp #penyakit masyarakat #razia