TIRIS, Radar Bromo- Ruas jalan penghubung Kecamatan Tiris–Krucil, Kabupaten Probolinggo di Dusun Kedungkokap, Desa Segaran, resmi ditutup total sejak Minggu (1/3) pagi akibat amblas susulan.
Namun sejumlah pengendara motor masih nekat menerobos. Padahal, kondisi tanah labil dan berisiko longsor kembali.
Penutupan dilakukan karena kondisi jalan semakin parah dibandingkan sebelumnya.
Tanah di bawah aspal yang telah amblas terus tergerus, membuat badan jalan yang tersisa makin menyempit.
Sekretaris Desa Segaran Sukirman mengatakan, Forkopimca Tiris menyikapi bencana itu dengan serius.
Karenanya, sejak Rabu (25/2), jalur utama penghubung Kecamatan Tiris dan Krucil itu direncanakan untuk ditutup total.
Namun saat itu, banyak warga yang tetap melintas, terutama pengendara roda dua.
Sehingga akses jalan sempat dibuka bergantian dengan pengawasan ketat.
“Sekarang kondisinya lebih parah, sehingga Minggu pagi ditutup total. Tetapi masih ada warga yang membuka sendiri penutup jalan dan tetap melintas. Kami sudah mengimbau namun tidak dihiraukan,” ujarnya.
Menurutnya, sejak awal jalan amblas, kendaraan roda empat sudah dialihkan ke jalur lain.
Sementara roda dua awalnya masih diperbolehkan lewat dengan syarat berhati-hati.
Namun dengan kondisi tanah yang semakin labil, seluruh akses kini ditutup demi keselamatan.
Sejumlah warga mengaku tetap melintasi jalan tersebut karena jalur alternatif lebih jauh dan kurang nyaman.
Hasan, 45, warga Tiris mengatakan, ruas jalan Dusun Kedungkokap merupakan jalur utama dan paling dekat menuju Krucil.
“Kalau lewat jalur alternatif yang dianjurkan, harus melewati Desa Wedusan, itu memutar. Lebih jauh dari jalan yang saat ini amblas,” katanya.
Hal serupa disampaikan Ahmad, 38, warga Desa Kertosuko, Krucil, yang juga tetap melintas di jalan itu.
Ia menyebut, jalur alternatif sebagian berupa jalan makadam. Sehingga memperlama waktu tempuh.
“Karena itu, saya tetap lewat sini. Takut pasti ada, tapi ini jalur paling singkat. Mudah-mudahan jalan alternatif untuk roda dua segera direalisasikan,” ujarnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto menegaskan, pihaknya telah memasang water barrier, rambu pengalihan arus, serta tanda peringatan di sekitar lokasi terdampak.
Penutupan total dilakukan untuk mencegah risiko kecelakaan maupun amblas susulan.
“Kami mengutamakan keselamatan masyarakat. Pengguna jalan diharapkan mematuhi arahan petugas dan tidak memaksakan diri melintas di area berbahaya,” tegasnya. (ar/hn)
Editor : Muhammad Fahmi