KRAKSAAN, Radar Bromo - Program Makanan Bergizi (MBG) di Kabupaten Probolinggo kembali menuai sorotan. Kali ini, dugaan makanan berulat ditemukan dalam menu MBG yang diterima siswa PAUD Tahzibun Nasyiin, Desa Sogaan, Pakuniran.
Temuan itu mencuat setelah salah satu wali murid, Sururiz Zaman, mengecek paket MBG yang diterima anaknya pada Kamis (26/2).
Menu yang diduga berasal dari mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sogaan tersebut berisi bakpau, pentol tahu, buah, dan kue.
Alangkah kagetnya Sururiz. Saat mengecek itu, dia menemukan pemandangan yang membuatnya naik pitam.
“Saya menemukan ada ulat-ulat putih di pentol tahu (tahu bakso) yang dibawa anak saya, masih hidup karena ulatnya menggeliat. Lalu bakpaunya juga berjamur,” ungkapnya.
“Geram rasanya, saya kecewa dan marah. Anak usia dini yang seharusnya mendapat asupan gizi baik, malah diberi makanan seperti ini,” ujarnya dengan nada kesal kepada Jawa Pos Radar Bromo, Jumat (27/2).
Temuan itu tidak hanya berhenti sebagai keluhan internal. Wali murid lain sempat merekam temuan itu dan diunggap di medsos. Seketika, rekaman tersebut menjadi viral dan memicu reaksi luas.
Sebab, tidak hanya lembaga PAUD yang menerima menu MBG di yayasan pendidikan itu. Ada juga siswa TK, MI, dan SMP dengan total sekitar 100 porsi MBG.
Sururiz mengakui, ulat tidak ditemukan di semua porsi yang diterima siswa. Namun porsi yang bermasalah cukup banyak, hingga memicu keresahan.
“Di tempat anak saya itu, ada 100 porsi MBG yang diberikan. Ya tidak semua ada ulatnya saat itu. Tapi yang ada ulatnya banyak,” tegasnya.
Menurutnya, SPPG penyuplai MBG di yayasan tersebut merupakan mitra baru. Bahkan, sebelumnya sejumlah wali murid mengeluhkan kualitas rasa dari menu yang diberikan.
“Pernah ada keluhan pada SPPG yang ini karena rasanya tidak enak. Kalau SPPG sebelumnya, enak,” lanjutnya.
Sururiz berharap ada evaluasi menyeluruh atas kejadian ini. Baik dari pihak SPPG, maupun ahli gizi yang terlibat dalam penyusunan dan pengawasan menu.
“Harus ada tindak lanjut evaluasi. Sebab, ini menyangkut kesehatan anak-anak,” tandasnya.
Jawa Pos Radar Bromo juga mengonfirmasi Kepala SPPG Sogaan M. Aminullah. Namun, hingga berita ini ditulis yang bersangkutan belum bisa dikonfirmasi. Konfirmasi melalui WhatsApp yang dilayangkan belum mendapat respons. (mu/hn)
Editor : Muhammad Fahmi