KRAKSAAN, Radar Bromo - Pemerintah Kabupaten Probolinggo bergerak cepat memastikan akurasi data sosial ekonomi masyarakat.
Hal ini dilakukan untuk mematangkan pendataan terhadap 387.794 keluarga yang tersebar di 6.091 Satuan Lingkungan Setempat (SLS) di seluruh wilayah Kabupaten Probolinggo.
Pemutakhiran tersebut ditujukan, agar data kemiskinan dan kesejahteraan sosial semakin akurat, mutakhir, serta tepat sasaran sebagai pijakan perumusan kebijakan pembangunan daerah.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Abdul Ghafur, data merupakan fondasi utama dalam merumuskan kebijakan.
Ketepatan, akurasi, dan keterbaruan DTSEN sangat menentukan kualitas intervensi pemerintah, terutama pada program perlindungan sosial, pengentasan kemiskinan, serta pemberdayaan masyarakat.
“Tanpa data yang valid dan mutakhir, kebijakan berisiko tidak tepat sasaran,” tegasnya.
Ghafur menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam pemutakhiran DTSEN.
Data berkualitas diyakini mampu memperkuat perencanaan pembangunan sekaligus mempercepat penurunan angka kemiskinan secara terukur dan berkelanjutan.
Pelaksana Tugas Kepala BPS Kabupaten Probolinggo, Lilik Hariyanti, menilai pemutakhiran langsung di lapangan menjadi pilihan paling tepat dibanding sekadar pemadanan data administratif.
“Kalau untuk mendapatkan DTSEN dengan 39 variabel secara lengkap, sebaiknya memang dilakukan pemutakhiran data langsung di lapangan. Jika hanya mengandalkan pemadanan data, kami tidak bisa melakukan pengkinian atau memperkaya variabel secara maksimal,” jelasnya.
Untuk mengejar target 387.794 keluarga, pemerintah daerah mengerahkan 2.439 petugas yang terdiri dari 1.928 Petugas Pencacah Lapangan (PCL), 487 Pengawas Lapangan (PML), serta 24 koordinator.
Pendataan lapangan dijadwalkan berlangsung pada 19-28 Februari 2026 usai para petugas mengikuti pelatihan intensif. (mu/one)
Editor : Jawanto Arifin