Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tinjau Dampak Banjir di Kabupaten Probolinggo, Gubernur Khofifah Pastikan Penanganan Pascabencana

Agus Faiz Musleh • Senin, 23 Februari 2026 | 21:42 WIB

 

 

TINJAU LOKASI BANJIR: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Probolinggo Mohammad Haris saat mengecek sejumlah lokasi terdampak banjir, (23/2).
TINJAU LOKASI BANJIR: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Probolinggo Mohammad Haris saat mengecek sejumlah lokasi terdampak banjir, (23/2).

KRAKSAAN, Radar Bromo-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung sejumlah titik terdampak banjir di Kabupaten Probolinggo, Senin (23/2).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan penanganan darurat berjalan baik. Juga mempercepat proses rehabilitasi infrastruktur dan permukiman warga.

Sejak pukul 09.00, Khofifah memulai pengecekan dari tebing Sungai Kertosono di Desa Rangkang, Kecamatan Kraksaan.

Lokasi tersebut tidak jauh dari gedung pendidikan Pondok Pesantren Syekh Abdul Qadir Al-Jailani.

Akibat tingginya debit air, tebing sungai ambles sepanjang kurang lebih 30 meter dengan ketinggian sekitar 10 meter.

Di lokasi itu, Khofifah berdiskusi dengan tim teknis dan meninjau langsung bagian tebing yang rawan longsor susulan.

Ia menekankan pentingnya percepatan penanganan, terutama saat mobilitas masyarakat meningkat selama Ramadan.

“Harus dipastikan, titik mana yang bisa ditangani dulu. Karena kalau membangun jembatan rasanya satu bulan tidak cukup. Namun pembangunan harus tetap dimulai supaya masyarakat terkonfirmasi bahwa pergerakan untuk merespons ini sudah dimulai,” ujarnya.

Dari Desa Rangkang, rombongan bergeser ke Kelurahan Kraksaan Wetan. Di wilayah ini, banjir setinggi 1,5 meter sempat merendam rumah warga.

Sejumlah perabotan dijemur di depan rumah, sementara warga membersihkan sisa lumpur yang mengendap.

Di tengah peninjauan, Dewi, warga Kraksaan Wetan, tampak membersihkan perabotan rumah serta mengeringkan buku milik anaknya yang basah akibat banjir.

Ia menyebut banjir yang terjadi pada Sabtu (21/2) malam itu merupakan yang terparah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Sampai 1,5 meter tingginya. Datangnya cepat, sehingga kita tidak bisa mengamankan barang-barang berharga. Kami berharap ada solusi dari pemerintah perihal banjir ini,” katanya.

Khofifah pun menyerahkan bantuan langsung kepada warga terdampak. Dia juga meminta pendataan kerusakan dilakukan secara detail agar penanganan tepat sasaran.

“Saya sudah sampaikan ke Bapak Bupati, apa yang rusak ringan ditangani dulu oleh Pemprov,” tegasnya.

Menurutnya, kerusakan ringan hingga sedang harus segera dituntaskan. Sebab, pemerintah provinsi telah berpengalaman dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Peninjauan ditutup di jembatan Desa Sumbersecang, Kecamatan Maron.

Jembatan yang dibangun Pemprov Jatim tahun lalu, itu tergerus di tebing sisi utara. Meski demikian, konstruksi utama dinyatakan masih aman untuk dilintasi.

“Ini saya membawa tim yang biasa membangun jembatan, tim yang biasa mengurusi sungai, tim yang biasa melakukan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Tim yang saya bawa relatif lengkap,” kata Khofifah.

Ia berharap asesmen dapat segera rampung, sehingga langkah jangka pendek bisa langsung dieksekusi.

Bupati Probolinggo Mohammad Haris memastikan, pemerintah daerah siap bersinergi dengan Pemprov Jatim dalam penanganan banjir.

“Prinsip pemerintah kami, insyaallah akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat. Apapun caranya akan selalu kami lakukan sebaiknya,” ujarnya.

Menurut Haris, penanganan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan kebutuhan mendesak.

Seperti evakuasi dan layanan kesehatan warga terdampak. Ada pun pembangunan jembatan dan infrastruktur lainnya akan masuk dalam skema jangka menengah dan panjang. (mu/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#sungai kertosono #Syekh Abdul Qodir Al Jaelani #khofifah #banjir #gubernur #probolinggo #rangkang #Kraksaan