Kraksaan, Radar Bromo - Banjir genangan kembali terjadi di kawasan Stadion Gelora Merdeka (SGM) Kraksaan, Minggu (22/2) sore.
Genangan air yang muncul usai hujan deras tersebut kembali mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas di sekitar stadion.
Genangan ini muncul setelah hujan deras mengguyur wilayah Kraksaan, sejak pukul 15.00 hingga 19.24. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan genangan air setinggi lutut orang dewasa di jalan sisi timur stadion.
Kondisi itu membuat kendaraan, terutama roda dua, kesulitan melintas. Warga setempat bahkan memasang rambu untuk mencegah sepeda motor nekat menerobos banjir.
“Pasti mogok kalau sepeda motor lewat sini, karena banjirnya tinggi dan bisa merendam mesin,” ujar Muhammad Lovi Andika Syafi’i, warga Kecamatan Kraksaan.
Menurut Lovi, genangan air sebesar itu belum pernah terjadi sebelumnya. Ia menduga kondisi tersebut berkaitan dengan proses pembangunan stadion yang tengah berlangsung.
“Sebelumnya kan tanah. Tapi sekarang, bagian samping stadion sudah dicor dan dipaving, sehingga air hujan tidak terserap ke tanah dan mengalir ke jalan,” jelasnya.
Warga menilai perubahan struktur permukaan tanah di sekitar stadion membuat daya serap air berkurang drastis.
Ditambah lagi, saluran drainase di sisi timur jalan dinilai tidak lagi mampu menampung debit air saat hujan deras mengguyur.
“Sebab selokan atau drainase yang di timur jalan sudah tidak muat menampung air. Banjirnya sampai lampu merah depan stadion,” ujarnya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.
Mereka mengusulkan perbaikan dan normalisasi sistem drainase di sekitar stadion agar genangan tidak terus berulang setiap kali hujan lebat turun.
“Harus ada solusi. Ini sudah terjadi selama dua tahun terakhir usai revitalisasi stadion,” tegas Lovi.
Warga berharap stadion tidak hanya berfokus pada penyelesaian fisik bangunan, tetapi juga memperhatikan dampak lingkungan di sekitarnya, sehingga keberadaan stadion dapat memberikan manfaat tanpa menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.
Sementara itu Jawa Pos Radar Bromo berupaya mengkonfirmasi kepala Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Probolinggo, Agus Budianto.
Sampai berita yang ditulis yang bersangkutan tidak menjawab maupun membalas wa yang ditayangkan. (mu/fun)
Editor : Moch Vikry Romadhoni