Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Banyak Pemotor Terabas Genangan Banjir di Jalan WR Supratman Kraksaan

Agus Faiz Musleh • Senin, 23 Februari 2026 | 08:31 WIB

NEKAT: Sejumlah pengendara motor nekat melintasi banjir genangan yang terjadi di Jalan WR Supratman masuk Desa Bulu Kecamatan Kraksaan.
NEKAT: Sejumlah pengendara motor nekat melintasi banjir genangan yang terjadi di Jalan WR Supratman masuk Desa Bulu Kecamatan Kraksaan.

KRAKSAAN, Radar Bromo - Banjir kembali melanda wilayah Kecamatan Kraksaan belum juga surut. Hingga Minggu (22/2) siang, genangan air masih terlihat di sejumlah titik.

Salah satunya di Jalan WR Supratman, Desa Bulu. Ketinggian air dilaporkan masih mencapai sekitar 40 sentimeter.

Pantauan di lokasi menunjukkan arus lalu lintas tetap nekat menerobos genangan. Akibatnya, tak sedikit kendaraan roda dua maupun roda empat yang mogok di tengah jalan.

Pengendara terpaksa menepi sambil menunggu air surut atau bantuan datang.

Tak hanya di Desa Bulu, genangan juga masih tersisa di area Yayasan Abdul Latief, Kelurahan Sidomukti.

Kondisi tersebut membuat pihak kecamatan bergerak cepat berkoordinasi dengan BPBD untuk melakukan penyedotan air.

Camat Kraksaan, Puja Kurniawan, mengatakan bahwa beberapa titik memang masih tergenang karena sistem pembuangan air yang rendah serta tingginya debit air Kali Kertosono.

“Sejumlah air memang masih menggenang. Sebab itu kita meminta bantuan BPBD untuk melakukan penyedotan agar air tidak menggenang lebih lama di wilayah tersebut,” ujarnya.

Data yang dihimpun dari kecamatan, sedikitnya tiga kelurahan terdampak cukup parah, yakni Sidomukti, Patokan, dan Kraksaan Wetan.

Selain itu, beberapa desa seperti Rangkang, Sidopekso, Bulu, Alas Sumur, dan Kandang Hati Wetan juga terdampak genangan.

Ratusan rumah dilaporkan terendam. Hingga kini jumlah pasti masih dalam pendataan. Namun, sebagai langkah cepat, pihak kecamatan telah menyalurkan bantuan makanan bagi warga terdampak.

“Kami membagikan nasi untuk saur. Jumlahnya ratusan paket. Total pastinya masih kita data,” terang Puja.

Wilayah yang cukup parah berada di Blok Patemon, Sidomukti. Enam warga lanjut usia terpaksa dievakuasi ke Kantor Kecamatan Kraksaan. Salah satunya merupakan lansia yang memiliki riwayat diabetes.

“Rumahnya terendam sampai setinggi orang dewasa. Karena pembuangannya rendah dan debit Kali Kertosono tinggi,” imbuhnya.

Tak hanya permukiman, akses jalan vital juga terdampak. Jalan di sisi timur Stadion Gelora Merdeka Kraksaan dilaporkan tergenang hingga selutut orang dewasa. Kondisi tersebut membuat warga yang hendak melintas harus ekstra hati-hati.

Terutama bagi masyarakat yang melintas dari arah timur, yakni dari Rumah Sakit Graha Sehat menuju Taman SL Park Sumberlele. Jalur tersebut praktis berubah seperti sungai dadakan.

Sejumlah pengendara terpaksa memutar arah, sementara yang nekat melintas harus mendorong kendaraannya karena mogok di tengah genangan.

Banjir yang terjadi sejak Sabtu (21/2) hingga Minggu (22/2) dini hari itu juga berdampak pada jalur utama Pantura di Kecamatan Kraksaan. Sejumlah ruas jalan tergenang, termasuk di Jalan Panglima Sudirman. Banyak sepeda motor mogok akibat nekat melintas.

Ali, warga Besuk yang melintas di lokasi, mengaku tak menyangka kondisi jalan akan separah itu.

“Sudah keburu pulang karena ditunggu keluarga, ternyata jalannya banjir. Malah motor ikut mogok. Sebelumnya tidak pernah terjadi seperti ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengatakan pihaknya tengah melakukan penyedotan air di sejumlah wilayah terdampak.

“Penanganan kami lakukan secara berkala. Namun memang tidak bisa cepat karena keterbatasan alat dan personel yang harus dibagi ke beberapa wilayah terdampak,” jelasnya.

Ia pun meminta masyarakat bersabar sembari menunggu proses penanganan rampung.

Puja menyebut, banjir kali ini menjadi yang terparah dalam tiga tahun terakhir. Banyak plengsengan dilaporkan amblas akibat tergerus derasnya arus air.

“Selama tiga tahun ini yang paling parah. Banyak plengsengan yang amblas. Tapi alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” tegasnya. (mu/fun)

Editor : Abdul Wahid
#bpbd #banjir kraksaan #Kraksaan