Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jembatan Penghubung Desa Blimbing dan Kalidandan Pakuniran Probolinggo Putus, Sekitar 120 KK Terisolasi

Achmad Arianto • Sabtu, 21 Februari 2026 | 20:28 WIB

TERISOLASI : Jembatan Kalibiru putus dihantam banjir. Ratusan KK dari Desa Blimbing dan Desa Kalidandan, Kecamatan Pakuniran terisolasi.
TERISOLASI : Jembatan Kalibiru putus dihantam banjir. Ratusan KK dari Desa Blimbing dan Desa Kalidandan, Kecamatan Pakuniran terisolasi.

PAKUNIRAN, Radar Bromo-Hujan deras kembali membuat sebuah jembatan putus di Kabupaten Probolinggo. Jumat (20/2) malam, jembatan penghubung Desa Blimbing dengan Desa Kalidandan di Kecamatan Pakuniran putus.

Akibat putusnya jembatan itu, sekitar 120 kepala keluarga (KK) di wilayah setempat kini terisolasi.

Jembatan putus setelah debit air Sungai Kalibiru di Pakuniran naik. Derasnya arus sungai menyebabkan jembatan putus dan terhanyut.

Memang sebelumnya, hujan lebat turun di Pakuniran sejak pukul 17.05. Kondisi itu membuat debit Sungai Kalibiru naik. Air sungai perlahan mengikis fondasi jembatan Kalibiru.

Puncaknya sekitar pukul 19.15, arus sungai yang kuat menghantam jembatan.

Kondisi jembatan yang sebelumnya sudah tak kokoh lagi, langsung lepas dan hanyut tersapu banjir.

“Jembatan putus setelah beberapa jam turun hujan. Jadi air perlahan naik. Setelah isya barulah jembatan putus dan hanyut dibawa banjir,” kata warga setempat, Zain, 38, saat dikonfirmasi.

Jembatan Kalibiru memiliki panjang 15 meter dan lebar 2,8 meter. Merupakan akses penghubung Desa Blimbing dengan Desa Kalidandan.

Infrastruktur ini dimanfaatkan oleh masyarakat untuk aktivitas sehari-hari. Baik untuk perekonomian, pertanian, maupun pendidikan.

Zain mengatakan, jembatan Kalibiru pernah putus dihantam banjir besar. Namun kemudian dibangun lagi.

Setelah itu, berkali-kali jembatan Kalibiru dihantam banjir akibat debit air sungai naik. Kondisi ini diduga menyebabkan jembatan tidak lagi kokoh.

Sehingga, Jumat malam (20/2), jembatan tersapu banjir saat debit air sungai naik.

“Akibat jembatan yang tersapu banjir, ada 120 KK terisolasi. Jembatan tersebut merupakan akses utama dua desa,” ucapnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan tentang kondisi jembatan Kalibiru.

Monitoring dan asesmen sudah dilakukan bersama Sekda Kabupaten Probolinggo, Forkopimca Pakuniran, dan Pemdes terdampak.

 “Kami sudah mendatangi lokasi. Tidak ada korban dalam insiden ini namun warga di wilayah terdampak terisolasi akibat jembatan putus. Nanti akan dilakukan penanganan lebih lanjut sesuai dengan dampak yang ditimbulkan,” bebernya. (ar/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#jembatan putus #sungai #Pakuniran #debit air #Blimbing #probolinggo