KRAKSAAN, Radar Bromo - Persediaan beras dan minyak di wilayah Probolinggo, dipastikan aman.
Bahkan, stok yang tersedia dikliam cukup untuk untuk memenuhi kebutuhan hingga setahun ke depan.
Kepala Bulog Sub Divre VIII Probolinggo, Kuswadi, mengungkapkan bahwa total penguasaan beras saat ini mencapai sekitar 90 ribu ton.
Stok tersebut tersebar di Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Lumajang, serta Kota Probolinggo dan dinilai masih sangat mencukupi untuk jangka panjang.
“Stok beras yang kami kuasai sekitar 90 ribu ton dan tersebar di tiga wilayah. Untuk ketahanan, persediaannya kurang lebih bisa sampai satu tahun. Jadi masih sangat aman,” ujarnya.
Selama Ramadan, Bulog memastikan proses distribusi tetap berjalan normal.
Baik kepada masyarakat maupun melalui jaringan pasar yang bekerja sama dalam skema stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Salah satu titik distribusi aktif, berada di Pasar Semampir yang kini telah memiliki pedagang mitra resmi penyaluran.
“Selama bulan Ramadan kami tetap melayani pendistribusian kepada masyarakat dan juga pasar-pasar melalui program SPHP, khususnya di Pasar Semampir. Ke depan, jaringan distribusi juga akan diperluas dengan menggandeng dinas terkait. Agar penyaluran minyak goreng semakin merata,” jelas Kuswadi.
Selain beras, ketersediaan minyak goreng juga berada pada kondisi aman.
Bulog mencatat stok minyak goreng mencapai sekitar 160 ribu liter yang tersebar di tiga wilayah layanan.
Produk yang disalurkan dipastikan berasal langsung dari pabrik pengemasan resmi sehingga kualitas, takaran, serta keamanannya terjamin.
“Minyak goreng yang kami distribusikan berasal langsung dari pabrik pengemas. Sejauh ini relatif aman, tidak ada praktik pengoplosan, dan berat timbangannya juga sesuai,” tegasnya. (mu/one)
Editor : Jawanto Arifin