KRAKSAAN, Radar Bromo - Sore di Jalan Raya Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kamis (19/2) itu berubah mencekam. Seorang mahasiswa 19 tahun yang mengendarai motor, terlindas truk Fuso dan meninggal seketika di lokasi.
Korban yaitu Ahmad Gabrillah Faturrabani, 19. Jenazahnya dilarikan ke kamar jenazah RSUD Waluyo Jati, Kraksaan.
Sebelum kecelakaan, warga Dusun Olean Krajan, Desa Olean, Kecamatan/ Kabupaten Situbondo itu mengendarai motor Honda Beat Nopol N 2517 QN.
Dia membonceng rekannya sesama mahasiswa. Yaitu, Caesar Agung Lucas Budiawan, 19, asal Desa Suger Lor, Kecamatan Maesan, Bondowoso.
Sekitar pukul 15.30, motor melaju dari barat ke timur. Sesampainya di lokasi kejadian, motor berusaha mendahului truk Fuso Nopol S 8870 UM yang melaju di depannya.
Truk Fuso disopiri Moch. Raditia Angkasa, 19, asal Dusun Sukowati, Desa Banjarwati, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, yang juga mahasiswa.
Kernetnya, Muhammad Fatikhan, 22, asal Desa Gedongkedoan, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik.
Saat itu, korban menyalip truk dari sebelah kiri. Namun kemudian korban kehilangan kendali.
“Saat menyalip truk Fuso dari kiri itulah, diduga pengendara motor kehilangan kendali atau selip,” terang Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Iptu Aditya Wikrama.
Motor pun jatuh, termasuk korban. Korban jatuh ke kanan, lalu masuk ke kolong truk. Nahas, tubuh korban terlindas roda kendaraan besar tersebut. Sementara, rekannya yang dibonceng jatuh ke sisi kiri jalan. Dia selamat.
“Pengendara terjatuh ke kanan dan masuk ke kolong truk. Lalu terlindas roda truk. Sedangkan yang dibonceng berikut motornya, jatuh ke kiri,” imbuhnya.
Akibatnya fatal. Korban Ahmad Gabrillah Faturrabani meninggal seketika di lokasi kejadian. Sedangkan rekannya, Caesar Agung Lucas Budiawan mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke RS Waluyo Jati Kraksaan untuk mendapatkan perawatan.
“Korban meninggal dunia satu orang atas nama saudara Ahmad Gabrillah Faturrabani. Untuk yang dibonceng mengalami luka-luka dan dirawat di RSUD Waluyo Jati Kraksaan,” tegas Iptu Aditya.
Iptu Aditya kembali mengingatkan para pengguna jalan untuk selalu berhati-hati. Terutama saat hendak mendahului kendaraan besar.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak mendahului dari sisi kiri dan selalu memperhatikan kondisi serta ruang gerak kendaraan besar. Keselamatan harus menjadi prioritas,” pesannya. (mu/hn)
Editor : Muhammad Fahmi