DRINGU, Radar Bromo – Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo terus mengintensifkan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap hewan ternak. Upaya ini dilakukan untuk menjaga kesehatan hewan serta ketersediaan sapi pada hari besar keagamaan.
Sebanyak 7.000 dosis vaksin yang didapat Kabupaten Probolinggo ditargetkan dapat terserap hingga akhir Maret mendatang.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan, kesehatan ternak khususnya sapi perlu diperhatikan.
Sebab kebutuhan daging sapi dipasaran cukup tinggi. Terlebih lagi menjelang hari besar keagamaan seperti hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.
Permintaan daging sapi cenderung mengalami kenaikan. Sehingga kondisi sapi harus benar-benar diperhatikan.
Harus tetap sehat dan tidak mudah terpapar virus menular. Seperti PMK yang saat ini masih diwaspadai penularannya.
“Semua penyakit menular kami waspadai. Termasuk PMK yang sampai saat ini masih berpotensi menyebar,” katanya.
Kabupaten Probolinggo mendapatkan alokasi 7.000 dosis vaksin PMK dari pemerintah pusat. Ribuan dosis tersebut merupakan alokasi selama triwulan pertama sejak Januari hingga Maret.
Petugas berupaya melakukan vaksinasi secara intensif pada ternak yang rentan terpapar virus PMK. Dengan penyuntikan vaksin ini diharapkan ternak lebih kebal terhadap virus PMK.
“Kami menargetkan seluruh vaksin tersebut dapat terserap hingga akhir maret,” ucapnya.
Dinas Pertanian sebelumnya telah melakukan vaksinasi PMK. Seperti di Desa Ambulu, Kecamatan Sumberasih.
Tim vaksinator memberikan vaksinasi PMK pada 40 ekor sapi Madura. Vaksinasi dilakukan dengan pendampingan petugas kesehatan hewan setempat.
Petugas juga memberikan edukasi kepada pemilik ternak terkait lalu lintas ternak serta manajemen pakan.
Hal ini penting dilakukan untuk menjaga kesehatan sapi. Vaksinasi PMK juga telah diagendakan berlanjut di sejumlah wilayah lain di Kabupaten Probolinggo.
Mulai vaksinasi di wilayah Kecamatan Gading. Kemudian Desa Klaseman, Kecamatan Gending dan Kecamatan Leces.
“Untuk menjaga kondisi ternak tetap baik. Kami selalu mengingatkan pemilik ternak agar berkoordinasi dengan dinas apabila ada masalah kesehatan hewan,” bebernya. (ar/fun)
Editor : Moch Vikry Romadhoni