KRAKSAAN, Radar Bromo - Setelah sukses digelar di Kota Probolinggo, Kompetisi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 kembali hadir.
Kali ini, ajang bergengsi tersebut menyasar pelajar SD dan SMP sederajat se-Kabupaten Probolinggo dan sekitarnya.
Kompetisi yang diinisiasi Radar Bromo itu diproyeksikan menjadi barometer capaian akademik sekaligus pengungkit mutu pendidikan di daerah.
Dalam pelaksanaannya, Radar Bromo menggandeng lembaga bimbingan belajar NEUTRON sebagai mitra.
Kolaborasi ini diharapkan menghadirkan kompetisi yang kredibel, terukur, dan berdampak nyata bagi peserta.
TKA 2026 diperuntukkan bagi siswa kelas V dan VI SD/MI serta kelas VIII dan IX SMP/MTs, baik negeri maupun swasta se-Kabupaten Probolinggo dan sekitarnya.
Ajang ini tak sekadar lomba akademik, melainkan juga ruang evaluasi untuk memetakan kompetensi siswa secara objektif.
Melalui hasil tes, sekolah dan orang tua dapat memperoleh gambaran riil atas capaian belajar siswa.
Pendaftaran dibuka mulai Jum'at (13/2) hingga Senin (23/2). Peserta dapat mendaftar secara kolektif melalui sekolah masing-masing atau koordinator sekolah datang langsung ke kantor Jawa Pos Radar Bromo.
Babak penyisihan dijadwalkan berlangsung pada Senin (27/2), sementara babak final akan digelar pada Rabu (1/4). Rangkaian tersebut dirancang sistematis guna menjaring peserta terbaik hingga tahap akhir.
Para juara 1, 2, dan 3 serta harapan 1, 2, dan 3 akan mendapatkan medali, piagam penghargaan, serta uang pembinaan.
Apresiasi tersebut diharapkan menjadi pemantik semangat berprestasi sekaligus menumbuhkan budaya kompetitif yang sehat di kalangan pelajar.
Antusiasme pun mulai terlihat dari sejumlah sekolah. Salah satunya SDS Al-Irsyad Kraksaan.
Guru kelas VI, Indah Lestari, mengungkapkan bahwa pihaknya mendaftarkan seluruh siswa kelas VI yang berjumlah 104 anak sebagai bentuk komitmen mendorong keberanian dan daya saing siswa.
“Ini kesempatan emas bagi siswa-siswi untuk menunjukkan kemampuan dan menguji diri sendiri. Jangan takut mencoba, karena setiap usaha pasti ada hasilnya,” Katanya.
Indah menegaskan, kompetisi bukan semata tentang gelar juara, melainkan proses belajar, keberanian, dan kejujuran. Ia berharap seluruh peserta mampu memberikan yang terbaik, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi sekolah dan keluarga.
“Kerjakan dengan maksimal dan jujur. Karena jujur adalah juara,” Ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Jawa Pos Radar Bromo atas konsistensinya menghadirkan ajang edukatif seperti TKA.
Menurutnya, TKA 2026 menjadi langkah konkret dalam memperkuat mutu pendidikan sekaligus investasi jangka panjang bagi generasi muda Kabupaten Probolinggo.
“Semoga ajang ini menjadi langkah maju dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Even seperti ini perlu terus digelar demi kemajuan pendidikan Kabupaten Probolinggo,” harapnya. (dik)
Editor : Moch Vikry Romadhoni